Senin, 09 November 2015

Pilgub Serentak 2015

Satu bulan lagi, Indonesia akan menggelar Pilkada Serentak, tepatnya pada 9 Desember 2015. Di tingkat provinsi, terdapat sembilan provinsi yang akan menggelar Pilgub: empat di kawasan Sumatera, tiga di Kalimantan, dan dua di Sulawesi. Sebanyak 21 pasang calon turut meramaikan Pilgub di sembilan provinsi tersebut.

Dari segi partai politik, gabungan partai sangat mendominasi dukungan calon. Hanya ada satu pasangan yang menempuh jalur perseorangan. Dan hanya dua pasangan yang dicalonkan oleh satu partai tanpa koalisi, dan keduanya masing-masing diusung oleh PDI-P.

Di tingkat Pilgub, tidak ada partai yang mengusung calon di seluruh provinsi. PDI-P dan Hanura menjadi partai yang terbanyak mengusung cagub/cawagub, yakni di delapan provinsi. Sementara Golkar yang paling sedikit, hanya di dua provinsi.

Berikut adalah daftar para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur besera beberapa hal yang menarik menurutku.

Provinsi yang menyelenggarakan Pilgub Serentak 2015 (warna jingga).


Provinsi Sumatera Barat


Seperti yang umum terjadi di Indonesia, terjadi pecah kongsi antara gubernur dengan wakilnya di Sumbar. Pilgub Sumbar pun menyaksikan pertandingan langsung antara Gubernur petahana Irwan Prayitno melawan Wagub petahana Muslim Kasim. Uniknya lagi, Muslim Kasim yang maju sebagai cagub menggandeng mantan Walikota Padang Fauzi Bahar sebagai wakilnya, yang merupakan salah satu cagub penantang pasangan Irwan-Kasim pada Pilgub 2010. Manakala Irwan Prayitno menggandeng Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit.

Selain kedua pasang calon tersebut, sebelumnya sempat muncul nama pasangan Shadiq Pasadigoe dan Syamsu Rahim yang diusung koalisi Golkar, PPP, dan NasDem. Namun, akibat dualisme internal di Golkar dan PPP, kesepakatan koalisi akhirnya tidak dapat tercapai. Golkar, PPP, dan NasDem kemudian mengalihkan dukungan ke duet Kasim-Bahar. Namun, berbeda dengan NasDem, dualisme kepengurusan menyebabkan Golkar dan PPP terlambat melengkapi berkas dukungannya, sehingga dukungan Golkar dan PPP ke Kasim-Bahar ditolak oleh KPU. Selain Golkar dan PPP, Partai Demokrat juga mengalami nasib serupa. Dukungan Demokrat ke Kasim-Bahar juga ditolak KPU karena menyerahkan berkas dukungan setelah masa pendaftaran ditutup.


Provinsi Jambi


Di Jambi, pecah kongsi gubernur dan wakilnya juga terjadi. Bedanya, Wagub petahana Fachrori Umar tidak menantang Hasan Basri Agus sebagai sesama cagub, melainkan tetap menjadi cawagub, namun berpasangan dengan cagub Zumi Zola Zulkifli yang merupakan Bupati Tanjung Jabung Timur. Zumi Zola sendiri merupakan putra dari mantan Gubernur Jambi (Alm.) Zulkifli Nurdin.

Pilgub Jambi agak berbeda dengan Pilgub lainnya karena terdapat calon termuda dari seluruh cagub/cawagub yang ada. Zumi Zola Zulkifli yang berumur 35 tahun merupakan cagub termuda, sementara Edi Purwanto yang juga berumur 35 tahun (tiga bulan lebih muda dibandingkan Zumi Zola) merupakan cawagub termuda.


Provinsi Bengkulu


Di Bengkulu, gubernur petahana Zunaidi Hamsyah yang sebelumnya ingin maju lagi akhirnya mengurungkan niatnya akibat kasus hukum yang menimpanya. Wagub petahana Sultan B Najamudin pun maju sebagai cagub menggandeng Anggota DPRD Mujiono. Sultan B Najamudin merupakan adik dari Agusrin M Najamudin, mantan Gubernur Bengkulu yang pada 2012 lalu divonis 4 tahun penjara akibat kasus korupsi APBD dan PBB yang menimpanya.

Sultan-Mujiono ditantang secara langsung oleh pasangan Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah, yang masing-masing merupakan Bupati Musi Rawas dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan. Musi Rawas merupakan kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu.

Selain kedua pasangan tersebut, terdapat pula pasangan Ichwan Yunus dan Rahmat Elfi yang mendaftar di jalur perseorangan. Namun pendaftaran mereka digugurkan KPU karena berdasarkan verifikasi, jumlah dukungan yang diajukan tidak mencapai batas minimal.


Provinsi Kepulauan Riau


Lagi-lagi, pertarungan gubernur melawan wakilnya terjadi di Kepulauan Riau. Gubernur petahana Muhammad Sani ditantang langsung oleh Wagub petahana Soerya Respationo. Muhammad Sani menggandeng Bupati Karimun Nurdin Basirun. Kesan nostalgia duet Sani-Nurdin pun muncul mengingat duet ini pernah memimpin Kabupaten Karimun pada periode 2001–2005. Sementara Soerya Respationo menggandeng Bupati Bintan Ansar Ahmad untuk menjadi wakilnya.


Provinsi Kalimantan Tengah


Pilgub Kalteng 2015 merupakan satu dari dua Pilgub serentak 2015 yang tanpa petahana ataupun mantan gubernur/wagub. Gubernur petahana Agustin Teras Narang telah menjabat dua periode, sedangkan Wagub Achmad Diran gagal mendapat dukungan partai yang diperkirakan karena alasan kesukuan yang masih kental di Kalteng.

Achmad Diran pun menyatakan keluar dari partainya setelah PDI-P menjatuhkan dukungan pada Anggota DPR Willy M. Yoseph yang juga mantan Bupati Murung Raya. Willy sendiri merupakan abang kandung dari Perdie, Bupati Murung Raya saat ini. Willy menggandeng Wahyudi K. Anwar, mantan Bupati Kotawaringin Timur yang juga kader Partai NasDem. Kesediaan Wahyudi mendampingi Willy berakibat dirinya dipecat dari NasDem yang secara resmi telah mendukung calon lain.

Terdapat hal menarik, yaitu kembali bertandingnya Sugianto Sabran dan Ujang Iskandar di ranah Pilgub ini. Sebelumnya, Sugianto dan Ujang pernah saling bertanding pada Pilbup Kotawaringin Barat 2010 yang penuh kontroversi.

Pada 19 November 2015, 20 hari menjelang hari pencoblosan, KPU mendiskualifikasi pasangan Ujang Iskandar dan Jawawi sebagai tindak lanjut keputusan DKPP yang menyatakan bahwa surat dukungan dari PPP untuk pasangan Ujang-Jawawi "tidak sesuai prosedur", sehingga syarat dukungan minimal tidak tercapai. Namun, pada 8 Desember 2015, hanya sehari sebelum hari pencoblosan, PTTUN mengabulkan gugatan dari Ujang-Jawawi, menganulir putusan DKPP, serta memerintahkan KPU untuk mengembalikan status Ujang-Jawawi sebagai pasangan calon. KPU kemudian terpaksa menyatakan Pilgub Kalteng ditunda karena surat suara yang telah dicetak tidak terdapat kolom dan foto Ujang-Jawawi, sehingga harus kembali mencetak ulang surat suara dan mendistribusikannya.


Provinsi Kalimantan Selatan


Di Kalsel, gubernur petahana Rudy Arifin tidak dapat lagi mencalonkan diri karena sudah dua periode. Uniknya, wagub petahana Rudy Resnawan tidak maju sebagai cagub, namun tetap sebagai cawagub, berpasangan dengan Sahbirin Noor.

Mantan Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar kembali berlaga di Pilgub kali ini, setelah sebelumnya sempat kalah di Pilgub Kalsel 2010. Kali ini, ia berpasangan dengan mantan Bupati Hulu Sungai Selatan Muhammad Sapi'i.

Pilgub di Kalsel memiliki keunikan tersendiri karena merupakan satu-satunya Pilgub yang terdapat calon perseorangan, yaitu pasangan Muhidin-Farid.


Provinsi Kalimantan Utara


Pilgub Kaltara 2015 merupakan pilgub pertama yang diselenggarakan Provinsi Kalimantan Utara, provinsi termuda di Indonesia yang baru terbentuk tahun 2013. Meski tidak ada calon petahana, terdapat cagub Irianto Lambrie yang merupakan mantan Pj. Gubernur Kaltara. Ia ditantang oleh Jusuf SK, mantan Walikota Tarakan yang menggandeng mantan Bupati Malinau Marthin Billa. Keduanya merupakan tokoh yang dikenal memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara.


Provinsi Sulawesi Utara


Dibanding cagub/cawagub provinsi lain, cagub/cawagub di Sulawesi Utara memiliki latar belakang yang beragam. Ada duet legislator pusat-daerah, Olly-Steven. Kemudian Maya Rumantir yang berlatar artis berpasangan dengan Glenny Kairupan, purnawirawan TNI-AD. Terakhir, ada purnawirawan polisi Benny Jozua Mamoto yang berdampingan dengan mantan Bupati Gorontalo David Bobihoe Akib. Seperti Kalsel, tidak ada calon petahana ataupun mantan gubernur/wagub di Pilgub Sulut.

Sebelumnya, koalisi Golkar, PKS, dan PKPI mengusung pasangan Elly Engelbert Lasut dan David Bobihoe Akib. Namun, Elly Lasut dinyatakan tidak memenuhi syarat karena status hukumnya yang masih bebas bersyarat. Elly Lasut pada tahun 2011 divonis 7 tahun penjara akibat kasus korupsi ketika menjabat Bupati Kepualauan Talaud, kemudian dibebaskan bersyarat pada tahun 2014. Setelah disengketakan di Bawaslu, Bawaslu kemudian memutuskan Elly Lasut tetap tidak memenuhi syarat, namun koalisi Golkar, PKS, dan PKPI berhak mengajukan calon pengganti. Akhirnua, Benny Jozua Mamoto yang diusung sebagai cagub menggantikan Elly Lasut.


Provinsi Sulawesi Tengah


Pasangan petahana Longki-Sudarto yang kembali berpasangan menjadi keunikan sendiri di Sulawesi Tengah dan satu-satunya Pilgub yang pasangan petahananya tidak pecah kongsi dan kembali maju bersama. Pasangan petahana ini ditantang oleh Walikota Palu Rusdi Mastura yang menggandeng Ihwan Datu Adam, mantan Wabup Penajam Paser Utara di Kaltim yang juga mantan Anggota DPRD Kaltim.


Penutup

Sembilan dari 34 provinsi yang ada memang bukan jumlah signifikan. Namun untuk Pilkada serentak yang pertama kali diselenggarakan, sembilan provinsi ini sudah sepatutnya menjadi awal dan contoh Pilgub yang tertib, aman, dan damai, agar dapat menjadi panutan untuk menyukseskan Pilkada Serentak di tahun-tahun mendatang. Siapapun yang terpilih, itulah yang diinginkan rakyat dan harus dihormati.

Akhir kata, saya memohon maaf dan mohon koreksinya jika terdapat kesalahan informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar