Kamis, 04 Mei 2017

Taman Mini "Indonesia Indah" (Bagian 1)

11 Maret 2017, akhirnya saya berkesempatan mengunjugi tempat wisata terfavoritku di Jakarta, yakni Taman Mini "Indonesia Indah" alias TMII. TMII merupakan taman rekreasi seluas 150 hektare, yang menampilkan keanekaragaman budaya di Indonesia dari Aceh hingga Papua. TMII juga menjadi sarana rekreasi sejarah dan pendidikan karena terdapat lebih dari 15 museum yang tersebar di dalam TMII.

Secara administratif, TMII berada di dalam wilayah tiga kelurahan. Mayoritas kawasan TMII masuk ke dalam wilayah Kel. Ceger, Kec. Cipayung; sisi ujung timurnya masuk ke wilayah Kel. Lubang Buaya, Kec. Cipayung; dan sebagian kecil, di sisi bagian barat lautnya masuk ke wilayah Kel. Pinang Ranti, Kec. Makasar. Kesemuanya berada di dalam wilayah Kota Adm. Jakarta Timur.

Perjalanan selama dua jam dari Sarinah menggunakan bus TransJakarta, dilanjutkan dengan angkot KWK akhirnya terbayar dengan keindahan dan suasana TMII. Meskipun di sisi lain, kurang puas karena terbatasnya waktu, sehingga tak bisa mengunjungi semua wahana atau anjungan. Ini beberapa foto yang sempat kujepret.

Pintu Gerbang Utama "Kala Makara". Tahukah Anda bahwa "Kala Makara" berarti lorong waktu dan tiga lengkungan pada gerbang ini memiliki makna masa lalu, masa kini, dan masa depan?
Kereta Aeromovel "Titihan Samirono" di Stasiun Taman Burung. Kereta tenaga angin ini disebut-sebut sebagai monorel pertama di Indonesia, meskipun istilah monorel tersebut kurang tepat karena kereta ini menggunakan rel ganda, bukan rel tunggal.
Tiket Mobil Wisata. Mobil Wisata merupakan fasilitas transportasi untuk mengelilingai TMII.


Taman Burung

Prasasti Peresmian Taman Burung oleh Presiden Soeharto pada 27 April 1987.
Kolam di antara Kubah Barat dan Kubah Timur. Tampak di foto adalah Kubah Timur.
Burung Kakatua Raja yang menjadi ikon di uang logam pecahan Rp100 Tahun 1999–2015.
Di dalam Kubah Timur.
Karcis Masuk Taman Burung. Tarif Rp20.000 ini merupakan satu paket dengan Taman Konservasi dan Taman Bekisar.

3 komentar: