Kamis, 05 Februari 2015

Calon Pengganti Usman Ja'far dan Zulfadhli di DPR

Beberapa hari lalu, dua anggota DPR-RI asal Kalimantan Barat, H. Usman Ja'far dan Ir. H. Zulfadhli, M.M. ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana bantuan sosial di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 2006–2008 yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 20 miliar. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitas mereka, masing-masing sebagai mantan Gubernur Kalimantan Barat dan mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut aturan yang berlaku, status tersangka tidak mengharuskan seorang anggota DPR untuk berhenti. Anggota DPR yang menghadapi kasus hukum baru dapat diberhentikan jika telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Kemudian, pertanyaan selanjutnya, jika di kemudian hari kedua orang tersebut harus meninggalkan kursinya di DPR sebelum 2019, siapakah yang akan menggantikan mereka menyuarakan aspirasi rakyat Kalimantan Barat di DPR jika seandainya keduanya berhenti sebelum masa baktinya berakhir? Menurut aturan yang berlaku juga, anggota DPR yang berhenti di tengah masa baktinya akan digantikan oleh calon anggota DPR dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan (dapil) yang sama, yang memperoleh suara terbanyak berikutnya pada pemilu sebelumnya.

H. Usman Ja'far
Drs. A. Munir H.D., M.M.
H. Usman Ja'far berasal dari PPP di dapil Kalbar, yang terpilih dengan perolehan 81.113 suara. Maka calon penggantinya haruslah caleg PPP di dapil Kalbar, yang ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2014 lalu. Dalam hal ini, yang berada di urutan pertama sebagai calon pengganti Usman Ja'far adalah calon bernomor urut 9, Drs. A. Munir H.D., M.M. yang memperoleh 8.280 suara. Berdasarkan daftar riwayat hidupnya, A. Munir H.D., 59 tahun, merupakan pensiunan PNS yang pernah menjabat beberapa posisi di pemerintahan daerah, seperti Kepala Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Barat, Asisten Ekonomi dan Sosial di Sekretariat Daerah Kalimantan Barat, dan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Ekonomi dan Keuangan. Lulusan Universitas Tanjungpura ini juga memiliki pengalaman organisasi di Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Yayasan Mujahidin, dan Yayasan Rumah Sakit Islam. Jika A. Munir H.D. ternyata berhalangan, maka di urutan berikutnya, caleg bernomor urut 2, Ir. Firmansyah Mardanoes yang memperoleh 4.759 suara, yang berhak menggantikan Usman Ja'far.

Ir. H. Zulfadhli, M.M.
H. Morkes Effendi, S.Pd., M.M.
Ir. H. Zulfadhli, M.M. yang memperoleh 100.583 suara berasal dari Partai Golkar. Jikalau ia berhenti, penggantinya juga harus berasal dari Partai Golkar juga. Ialah H. Morkes Effendi, S.Pd., M.M. yang berada di urutan pertama sebagai calon pengganti Zulfadhli. Pada Pemilu 2014 lalu, Morkes Effendi adalah calon bernomor urut 4 dengan perolehan 63.624 suara. Pria berumur 63 tahun tersebut merupakan Bupati Ketapang selama periode 2000–2010 dan kini merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat. Pada tahun 2012 lalu, ia sempat berkompetisi sebagai calon Gubernur Kalimantan Barat, namun gagal dan menempati juara kedua. Setelah Morkes Effendi, di urutan berikutnya sebagai calon pengganti adalah Drs. Kamaruddin Sjam, M.M., caleg bernomor urut 2 yang memperoleh 53.066 suara.

Sebagai putra Kalimantan Barat, tentu sedih rasanya ketika mengetahui dua mantan pemimpin itu harus berhadapan dengan kasus korupsi. Namun, saya berharap cobaan ini tidak menyurutkan semangat dan tidak menghalangi dedikasi kedua wakil rakyat tersebut untuk tetap berjuang menyuarakan aspirasi rakyat Kalimantan Barat di lembaga legislatif pusat, baik di tingkat DPR, maupun MPR. Dan jikalau memang harus berhenti di tengah jalan, semoga penggantinya memiliki komitmen yang sama atau lebih dalam berjuang bagi rakyat yang diwakilinya.

Jumat, 30 Januari 2015

Best National Costume: Indonesia

Dalam tiga bulan terakhir ini, Indonesia berhasil menoreh prestasi yang cukup membanggakan di ajang kontes kecantikan tingkat internasional. Bisa dibilang prestasi ini merupakan prestasi tersukses yang diraih Indonesia. Meskipun tidak memenangkan kontes tersebut, Indonesia berhasil meraih gelar Best National Costume (kostum nasional terbaik). Tidak hanya satu, namun tiga gelar yang sama di tiga ajang yang berbeda, yakni Miss International 2014, Miss Supranational 2014, dan yang terbaru di Miss Universe 2014.

Tale of Siger Crown
Best National Costume at Miss International 2014
Pada ajang Miss International 2014, Indonesia diwakili oleh Elfin Pertiwi Rappa selaku Puteri Indonesia Lingkungan 2014. Ajang ini berlangsung pada 11 November 2014 di Tokyo, Jepang. Pada ajang ini, Elfin Pertiwi mengenakan kostum seberat 18 kg yang bertajuk Tale of Siger Crown (Hikayat Mahkota Siger) yang terinspirasi dari busana adat Lampung. Selain itu, Elfin juga berhasil meraih posisi 10 besar dalam ajang ini.

Warrior Princess of Borneo
Best National Costume at Miss Supranational 2014
Kemudian, pada 5 Desember 2014, berlangsung ajang Miss Supranational 2014 di Warsawa, Polandia. Pada kontes ini Estelita Liana selaku Puteri Indonesia Pariwisata 2014 mengenakan kostum seberat 15 kg yang terinspirasi dari busana adat Dayak di Kalimantan. Lengkap dengan perisai dan mandau, kostumnya pun diberi nama Warrior Princess of Borneo (Putri Pejuang dari Kalimantan).

The Chronicle of Borobudur
Best National Costume in Miss Universe 2014/15
Miss Universe 2014 berlangsung pada pada 25 Januari 2015 di Miami, Florida, Amerika Serikat. Indonesia yang diwakili oleh Elvira Devinamira Wirayanti selaku Puteri Indonesia 2014 berhasil memenangkan kostum nasional terbaik serta menempati posisi 15 besar. Kostum seberat 20 kg ini mengambil tema The Chronicle of Borobudur (Sejarah Borobudur). Kostum ini terbuat dari kain sutra yang dipadukan dengan motif songket dan hiasan Candi Borobudur.

Dynand Fariz
Selain usaha dari ketiga Puteri dalam merepresentasikan kostumnya, prestasi kostum nasional terbaik ini tentu tidak terlepas dari jasa perancangnya. Adalah Dynand Fariz yang berjasa merancang ketiga kostum tersebut. Pria asal kelahiran Jember, 23 Mei 1963 ini adalah pendiri sekaligus Presiden Jember Fashion Carnaval. Ia juga memiliki rumah mode bernama House of Dynand yang terletak di Jember. Selain itu, ia kini juga adalah dosen program tata busana di Universitas Negeri Surabaya dan pengajar di sekolah mode ESMOD di Jakarta.

Keberhasilan Indonesia meraih gelar kostum nasional terbaik di tiga ajang internasional tentulah sangat diharapkan mampu mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional. Selain itu, tentu sangat diharapkan pula keberhasilan ini mampu mendorong terus perkembangan industri kreatif di Indonesia. Semoga dengan prestasi ini terus memacu Indonesia untuk tampil lebih baik. Jangan sampai prestasi ini justru menjadi prestasi terakhir yang diraih Indonesia.

Kamis, 29 Januari 2015

HUT Kalimantan Barat ke-58

Logo Provinsi Kalimantan Barat
Provinsi Kalimantan Barat dibentuk berdasarkan UU No. 25 tahun 1956 yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 29 Desember 1956 yang mulai berlaku pada 1 Januari 1957. Namun, baru pada tanggal 28 Januari 1957, perangkat pemerintahan daerah provinsi bisa terbentuk yang ditandai dengan dilantiknya Adji Pangeran Afloes sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Barat. Dengan alasan itulah, 28 Januari ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Kalimantan Barat, bukan pada 29 Desember atau 1 Januari.

Pada 28 Januari 2015, Provinsi Kalimantan Barat genap berusia 58 tahun. Peringatan Hari Jadi ke-58 tahun ini mengusung tema "Dengan semangat Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke-58, mari kita wujudkan Kalimantan Barat yang damai dan sejahtera". Tema tersebut bermaksud menggambarkan tekad untuk menciptakan suasana Kalimantan Barat yang penuh kedamaian dalam heterogenitas, serta masyarakat yang sejahtera dengan masa depan yang lebih baik. Berbeda dengan tahun lalu, tidak ada logo resmi pada peringatan hari jadi tahun ini.

Menjelang peringatan hari jadi tahun ini, terdapat beberapa peristiwa yang cukup menarik perhatian, yang secara tidak langsung bisa dikatakan sebagai "hadiah ulang tahun" bagi Provinsi Kalimantan Barat secara umum. Sayangnya, tidak semua hadiah tersebut adalah hadiah yang menyenangkan.


PLTU Sungai Batu, Sanggau
Hadiah pertama, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pertama di Kalimantan Barat akhirnya diresmikan pada 17 Desember 2014 oleh Gubernur Drs. Cornelis, M.H.. PLTU berkapasitas 2x7 MW tersebut terletak di Desa Sungai Batu, Kec. Kapuas, Kab. Sanggau. PLTU tersebut juga mencatat rekor PLTU yang tercepat penyelesaian pembangunannya, yakni hanya 38 bulan. PLTU tersebut diharapkan mampu mengatasi kekurangan daya di kawasan Sanggau dan Sintang serta menghemat penggunaan bahan bakar minyak.


Masjid Raya Mujahidin
(foto pada: 21 November 2014)
Gereja Katedral Santo Yoseph
(foto pada: 8 Desember 2014)
Hadiah kedua adalah diresmikannya dua rumah ibadah utama tingkat provinsi di Kalimantan Barat, yaitu Gereja Katedral Santo Yoseph dan Masjid Raya Mujahidin. Gereja Katedral Santo Yoseph diresmikan oleh Gubernur Drs. Cornelis, M.H. pada 19 Desember 2014, kemudian Masjid Raya Mujahidin diresmikan oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo pada 20 Januari 2015. Kedua rumah ibadah yang berdiri megah di Kota Pontianak itu diharapkan akan menjadi simbol dan kebanggaan Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu, diharapkan pula mampu memupuk keimanan umat serta memupuk kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Kalimantan Barat.


Ir. H. Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Drs. Cornelis, M.H.
Gubernur Kalimantan Barat
Hadiah ketiga adalah kunjungan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo ke Kalimantan Barat pada 20–21 Januari 2015. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertamanya sejak dilantik menjadi presiden, serta kunjungan ketiga Presiden RI dalam 10 tahun terakhir ini. Dalam kunjungannya di kawasan perbatasan dengan Malaysia di Kec. Entikong, Kab. Sanggau, Presiden Joko Widodo menjanjikan akan membangun kawasan perbatasan dalam dua tahun ini.

Hadiah keempat, pada 26 Januari 2015, Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, M.H., mewakili Provinsi Kalimantan Barat mendapatkan penghargaan dari Organisasi Kepabeanan Dunia atas usahanya memberi pelayanan yang luar biasa terhadap komunitas kepabeanan internasional, terutama di perbatasan Provinsi Kalimantan Barat.


H. Usman Ja'far
Ir. H. Zulfadhli, M.M.
Dan hadiah terakhir, yang agak menyesakkan dada, adalah ditetapkannya mantan Gubernur H. Usman Ja'far serta mantan Ketua DPRD Ir. H. Zulfadhli, M.M. sebagai tersangka kasus korupsi. H. Usman Ja'far adalah Gubernur Kalimantan Barat ke-10 yang menjabat pada periode 2003–2008, sedangkan Ir. H. Zulfadhli, M.M. adalah Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2004–2009. Keduanya yang kini merupakan anggota DPR-RI mewakili dapil Kalbar ini ditetapkan sebagai tersangka pada 27 Januari 2015 oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat atas kasus korupsi dana bantuan sosial provinsi pada tahun 2006–2008, dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp 20 miliar.

* * *

Akhir kata, saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Provinsi Kalimantan Barat, provinsi tempat aku lahir dan dibesarkan. Semoga Provinsi Kalimantan Barat selalu dan tetap akçaya di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dengan Semangat Hari Ulang Tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke-58, Mari Kita Wujudkan Kalimantan Barat yang Damai dan Sejahtera."