Sabtu, 15 Agustus 2026

Pilihan Raya Negeri di Malaysia 2025–2026

Pada periode 2025–2026, Malaysia telah menyelenggarakan tiga Pilihan Raya Negeri (PRN) untuk memilih ahli Dewan Undangan Negeri, yang kalau di Indonesia, kira-kira setara dengan Pemilihan Umum untuk memilih anggota DPRD Provinsi. Bedanya, karena Malaysia menganut sistem parlementer, PRN juga sekaligus akan menentukan partai mana yang akan memimpin pemerintahan di tingkat daerah.


PRN Sabah 2025


Keputusan PRN Sabah 2025, dipecah mengikut parti komponen.

Keputusan rasmi PRN Sabah 2025 mengikut parti yang berdaftar.

Secara umum, Parti Warisan memperoleh suara terbanyak dan berhasil menambah 11 kursi, namun kursi terbanyak diraih oleh Gabungan Rakyat Sabah (GRS). Partai atau koalisi nasional seperti Barisan Nasional (BN), Pakatah Harapan (PH), dan Perikatan Nasional (PN) justru keok dan harus mengakui keunggulan partai lokal Sabah.

Karena tidak memperoleh kursi mayoritas, GRS kemudian bersepakat berkoalisi dengan BN, PH, PN, UPKO, dan STAR untuk membentuk pemerintahan negeri dan mempertahankan Datuk Seri Panglima Hajiji Noor dari Parti Gagasan Rakyat Sabah sebagai Ketua Menteri Sabah. Ia kemudian segera dilantik kembali untuk periode kedua oleh Yang di-Pertua Negeri Tun Musa Aman di Istana Seri Kinabalu pada 30 Desember 2025 dini hari, hanya berselang beberapa jam setelah pengumuman hasil pemilu.


PRN Johor 2026


Keputusan PRN Johor 2026

Meski tidak terjadi krisis politik, Johor memutuskan untuk menyelenggarakan pemilu delapan bulan lebih awal. Hal ini dilakukan atas pertimbangan taktik dan momentum politik menuju pemilu nasional tahun depan.

Johor sejak dulu dikenal sebagai kandangnya Barisan Nasional (BN). Maka seperti yang sudah dijangka, BN menang besar di Johor dan bisa membentuk pemerintahan sendiri tanpa harus berkoalisi. Dato' Onn Hafiz Ghazi dari UMNO kemudian dilantik kembali sebagai Menteri Besar Johor untuk periode kedua oleh Pemangku Sultan Johor Tunku Ismail Idris di Istana Bukit Serene pada 12 Juli 2026.


PRN Negeri Sembilan 2026


Keputusan PRN Negeri Sembilan 2026

Berbeda dengan Sabah dan Johor yang pemilunya diadakan mendekati habis periode, PRN Negeri Sembilan diadakan lebih cepat dua tahun karena terjadi krisis politik. Krisis ini diawali dari terjadinya konflik internal Diraja Negeri Sembilan antara Yang di-Pertuan Besar dengan Undang Yang Empat bulan April. Menteri Besar Aminuddin Harun dianggap kurang cakap dalam menengahi konflik ini, memicu mosi tidak percaya dan penarikan dukungan dari Barisan Nasional. Pemilu pun akhirnya dipercepat.

Pada pemilu kali ini, BN dan PH pecah kongsi. Internal PN pun mengalami pecah kongsi. Parti BERSATU memutuskan maju sendiri, meski tetap mengakui masih anggota PN. PH memperoleh suara terbanyak, namun kursi terbanyak diraih oleh BN. BN kemudian memilih berkoalisi dengan PN dalam membentuk pemerintahan negeri. Dato' Ismail Lasim dari UMNO kemudian dipercaya sebagai Menteri Besar Negeri Sembilan yang baru. Ia dilantik oleh Yang di-Pertuan Besar Tuanku Muhriz pada 2 Agustus 2026 di Istana Besar Seri Menanti.