Tampilkan postingan dengan label monarki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monarki. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 April 2017

Dalam Kenangan: Sultan Syarif Abubakar Alkadrie


Jumat, 31 Maret 2017 kemarin menjadi hari yang penuh duka bagi warga Pontianak. Sultan Pontianak, Sultan Syarif Abubakar Alkadrie mangkat dalam usia 73 tahun di RSUD Dr. Soedarso sekitar pukul 04.10 WIB dini hari. Sebelumnya, Baginda telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak 25 Maret 2017 akibat penyakit jantung yang dideritanya. Jenazah Baginda kemudian disemayamkan di Istana Kadriah, disalatkan di Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, dan kemudian dimakamkan di Makam Kesultanan Batu Layang sekitar pukul 13.30 WIB di hari yang sama.

Sultan Abubakar yang lahir di Pontianak pada 26 Juli 1944 merupakan cucu dari Sultan Mohamad dan keponakan dari Sultan Hamid II. Baginda dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pada 15 Januari 2004 lalu, setelah hampir 26 tahun lamanya takhta Kesultanan Pontianak mengalami kekosongan sepeninggal Sultan Hamid II pada tahun 1978.

Selama 13 tahun menduduki takhta Pontianak, sosok seorang Sultan Abubakar memang tidak begitu banyak dikenal publik karena minimnya pemberitaan dari berbagai media lokal. Namun, sumbangsih beliau sebagai seorang tokoh panutan bagi pembangunan Kota Pontianak tidak dapat dipandang sebelah mata, bahkan oleh berbagai tokoh masyarakat lainnya. Berikut ini beberapa pendapat dari tokoh-tokoh masyarakat mengenasi Sultan Abubakar.

"Beliau merupakan sosok yang moderat dalam berbagai hal dan golongan. Beliau bisa masuk di setiap masyarakat. Sultan yang bisa mengayomi. Orangnya tenang, betul-betul aktif di kegiatan budaya dan keagamaan. Beberapa pembangunan Kota Pontianak ini, saya selalu berkonsultasi dengan Sultan, bahkan termasuk pembangunan Gedung Wali Kota Pontianak." (Sutarmidji, Walikota Pontianak)

"Beliau sudah seperti ayah yang banyak memberi nasihat. Beliau selalu berpesan tetap amanah dan sabar dan berkomitmen dalam membangun Kota Pontianak. Itu yang paling terkenang. Perjuangan Sultan Syarif Abubakar dalam menjaga budaya dan Kesultanan sebagai simbol pemersatu, harus terus diperjuangkan dan dilanjutkan. Kesultanan simbol pemersatu budaya. Dan menjadi aura dan semangat bagi Kota Pontianak. Terus terang Sultan Syarif Abu Bakar semasa hidup memberi cahaya kehidupan, peradaban Kota Pontianak." (Edi Rusdi Kamtono, Wakil Walikota Pontianak)

"Kita tentu merasa sangat kehilangan akan sosok Sultan yang sangat bijaksana dan arif tersebut. Sosok Sultan Abubakar, selain merupakan raja di Istana Kadriah juga merupakan sosok orangtua yang menjadi panutan warga Kota Pontianak." (Satarudin, Ketua DPRD Kota Pontianak)

"Yang saya tahu, Beliau sangat konsen dan perhatian dengan Kota Pontianak, baik itu dengan penataan kota serta masalah keamanan dan isu-isu yang sedang hangat, apalagi dengan Kampung Beting, maka saya cukup sering sharing dan berdiskusi dengan almarhum." (Iwan Imam Susilo, Kapolresta Pontianak)

"Almarhum adalah seorang Sultan yang bersahaja, bijaksana, sebagai tokoh masyarakat yang menjadi panutan generasi muda, simbol pemersatu dari etnis yg ada di kalbar dan beberapa kali bertemu dengan Almarhum sangat berkesan dengan tutur bahasa beliau yang sangat menyejukkan." (Hairiah, Wakil Bupati Sambas)

"Ketika hidup, almarhum adalah seseorang Sultan yang rendah hati. Serta menjadi panutan di kalangan raja-raja di Kalbar. Almarhum banyak memberikan bimbingan kepada Kerajaan Kalbar. Beliau selalu berdiskusi sama raja-raja di Kalbar mengenai kerajaan di Kalbar. Beliau juga adalah seorang Sultan yang gigih memperjuangkan Sultan Hamid II untuk menjadi pahlawan nasional dari Kalbar." (Gusti Kamboja, Raja Matan, Ketua Majelis Kerajaan Kalbar)

"Saya sering mengunjungi beliau ke rumahnya, dan beliau itu kalau ada acara tidak melupakan saya. Walaupun acara kecil di rumahnya, selalu mempersilakan saya datang ke rumah. Sangat familiar, beliau walaupun seorang Sultan, tetapi beliau orangnya rendah hati, tidak formal, biasa saja, memperlakukan orang juga begitu sama dengan keramahannya." (Gusti Yusri, Raja Tayan, Sekretaris Majelis Kerajaan Kalimantan Barat, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Barat)

"Sosok Almarhum yang tidak banyak bicara membuat masyarakat dan MABM khususnya menjadi sangat hormat. Almarhum juga sosok yang selalu bersedia dan membuka diri untuk bersilaturahim dengan siapapun di Kota Pontianak. Dialah Sultan yang sulit dicari tanding dan gantinya. Kita beruntung pernah punya figur seperti beliau sekaligus merasa kehilangan yg besar atas kepergiannya." (Chairil Effendy, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalbar)
Sumber: Koran Tribun Pontianak 1 April 2017, halaman 7

"Kami melihat Beliau seorang sosok yang menurut saya, bisa menjadi panutan bagi kita di kehidupan berbangsa dan bernegara. Seorang yang memiliki kapabilitas di keraton dan persatuan di Kota Pontianak. Kita patut berterima kasih atas jasa-jasa Sultan Pontianak yang menjaga situasi Kalbar." (Yakobus Kumis, Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalbar)
Sumber: Koran Tribun Pontianak 1 April 2017, halaman 1

"Beliau orangnya tenang, kalem, dan bijaksana. Satu hal yang paling saya ingat, Beliau sangat cinta Kota Pontianak. Beliau juga sering datang ke rumah. Dari auranya, memang ciri-ciri seorang Sultan. Almarhum Sultan semasa hidup selalu berpesan agar bagaimana Kota Pontianak bisa menjadi Kota yang sejuh dan damai untuk didiami oleh semua agama, etnis, dan golongan Beliau banyak memberikan contoh untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika." (Ateng Tanjaya, Ketua Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Kota Pontianak, Ketua Badan Pemadam Api Siantan)
Sumber: Koran Tribun Pontianak 1 April 2017, halaman 7

"Untan merasa kehilangan sosok yang peduli, sosok yang punya perhatian yang besar di dunia pendidikan, khususnya di Kalimantan Barat ini karena ini sudah menjadi komitmen kerajaan, bagaimana putra-putri Kalimantan Barat ini bisa maju sejajar dengan yang lainnya." (Thamrin Usman, Rektor Universitas Tanjungpura)

"Jika ditanya soal kehilangan, kami sangat kehilangan sosok Beliau. Saya pernah mendapat penghargaan dari beliau. Sultan adalah panutan masyarakat Kalbar. Kami juga berharap ke depan, pengganti Sultan Pontianak menjadi sosok yang paling tidak, sama dengan almarhum, mengayomi, melindungi, menjadi panutan, dan berharap agar bisa lebih." (Sukiryanto, Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura, Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Kalbar)
Sumber: Koran Tribun Pontianak 1 April 2017, halaman 7

"Wafatnya Sultan membuat kita semua merasa kehilangan, bahkan bukan hanya masyarakat Pontianak tapi seluruh masyarakat Kalbar. Karena sosok Almarhum Sultan Syarif Abubakar ini adalah sosok yang pengayom, bijaksana, dan bersahaja, serta santun. Selain itu, Sultan Syarif Abubakar ini adalah sosok yang sangat visioner dan berwawasan luas dan mampun menjadi perekat masyarakat. Beliau ini dari kecil sudah dibesarkan di lingkungan yang sangat menjaga dan menghargai budaya. Oleh karena itulah beliau mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi masyarakatnya dan Sultan ini juga merupakan pilar penyangga kehidupan budaya di masyarakat." (Syafarudin Usman, pakar sejarah)

"Beliau selama bergaul dengan akademisi selalu men-support, baik penelitian atau riset yang dilakukan menyangkut sejarah Pancasila dan lainnya. Terakhir bersama beliau yakni saat kedatangan tim Museum Kepresidenan dengan tujuan meminta izin pemasangan file sejarah lambang Garuda yang didesain oleh Sultan Hamid II. Kemudian Beliau mengizinkan file tersebut dipasang di Museum tersebut. Beliau sempat senyum saat dikabarkan file sejarah Pancasila yang didesain oleh Sultan Hamid II sudah terpasang di Museum Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat." (Turiman Fachturahman Nur, pengamat hukum dan sejarah)

"Sultan Syarif Abubakar merupakan tanda masih tegaknya budaya di Kota Pontianak. Saat masih sehat, Sultan selalu berada di Istana untuk menyambut para tamu yang hadir mengunjungi Istana, serta tak sungkan memberikan penjelasan mengenai sejarah Kota Pontianak. Mendiang Sultan Syarief Abu Bakar merupakan orang yang senang begurau pada siapapun, bahkan saat sedang sakitpun, almarhum masih mampu bergurau untuk menghibur para kerabat dan handai taulan yang membesuk." (Khamsyah Arrahman, penulis buku Daerah Istimewa Kalbar)

Minggu, 10 April 2016

Sultan Pontianak

Hanya sedikit iseng meng-edit foto Sultan Pontianak, Sultan Syarif Abubakar Alkadrie menjadi seperti model foto resmi. Gambar Sultan sendiri kujepret dari spanduk yang terpajang di tepi jalan pada Oktober 2015 lalu. Gelar yang kusertakan meniru gelar Sultan yang tertulis pada Tugu Peringatan 40 Tahun Pemerintahan Sultan Mohamad Alkadrie yang terletak di depan gerbang masuk Istana Kadriah.


Tidak banyak informasi profil yang bisa kudapat dari Sultan Pontianak saat ini. Beberapa di antaranya yang kuketahui, Baginda lahir di Pontianak pada 26 Juli 1944, putra dari pasangan Pangeran Agung Syarif Mahmud Alkadrie dan Syarifah Amnah Alkadrie. Syarif Mahmud Alkadrie adalah adik dari Sultan Hamid II (Sultan Pontianak pada 1945–1978). Dengan demikian, Sultan Abubakar adalah keponakan dari Sultan Hamid II dan juga cucu dari Sultan Mohamad (Sultan Pontianak pada 1895–1944). Di usia 59 tahun, Baginda resmi dinobatkan pada 15 Januari 2004 untuk menduduki takhta Kesultan Pontianak yang kosong selama hampir 26 tahun sepeninggal Sultan Hamid II pada 30 Maret 1978.

Sultan Abubakar pernah menikah dua kali dan dikaruniai 6 orang anak. Dari pernikahan pertama, Baginda dikaruniai empat orang putri dan seorang putra, sementara dari pernikahan keduanya dikaruniai seorang putra.

Mohon maaf dan mohon dikoreksi jika terdapat kesalahan informasi di atas.

Daulat Tuanku!

Jumat, 23 Oktober 2015

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak Ke-244

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak Ke-244

"Dengan Semangat Hari Jadi Kota Pontianak,
Kita Jadikan Pontianak Smart City Siap Menyapa Dunia"

Spanduk Ucapan dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak beserta Istri
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (23 Oktober 2015)
Jamuan/Open House di Kantor Walikota Pontianak Memperingati HUT Pontianak ke-244
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (23 Oktober 2015)
Hadir pula Duli Tuanku Sultan Syarif Abubakar Alkadrie di Kantor Walikota Pontianak. (23 Oktober 2015)
Tampak Duli Tuanku Sultan yang mesra dengan rakyat dan tidak sungkan diajak berfoto bersama. (23 Oktober 2015)

Senin, 12 Oktober 2015

Pontianak Festival 2015

Merayakan HUT Kota Pontianak ke-244, Pemkot Pontianak menyelenggarakan banyak acara di bulan Oktober ini dengan tajuk Pontianak Festival 2015. Agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Pemkot cukup gencar mensosialisasikan acara-acara yang akan digelar. Tidak hanya tanggalnya, namun juga lokasi hingga jamnya pelaksanaan juga ikut disosialisasikan. Mungkin untuk menyelaraskan dengan tema yang diambil, yakni Pontianak Menyapa Dunia.

Berikut ini adalah gambar jadwal acara Pontianak Festival 2015 yang kupindai dari harian Pontianak Post.




Selain jadwal acara di atas, terdapat pula acara lain yang spanduknya kutemukan di tepi jalan. Acara ini meskipun bukan dalam rangka HUT Kota Pontianak atau bukan diselenggarakan oleh Pemkot, menurutku patut juga dimasukkan ke dalam agenda Pontianak Festival 2015 dikarenakan waktu yang berdekatan. Berikut ini foto spanduk yang kujepret di tepi jalan.




Hanya saja ada sedikit kekurangannya, yakni karena bekerja sama dengan harian Pontianak Post, sosialisasinya juga hanya difokuskan melalui media tersebut. Saya sendiri, karena berlangganan Tribun Pontianak dan jarang membaca Pontianak Post, jadinya agak telat mengetahui jadwal acaranya, sehingga terdapat beberapa agenda kegiatan yang terlewatkan olehku.

Dengan tema Pontianak Menyapa Dunia, tentunya akan lebih baik jika acara seperti ini disosialisasikan lebih kencang lagi agar menarik kunjungan wisatawan mancangara. Tidak hanya mengandalkan satu media saja, namun juga media-media lainnya. Jikalau perlu, situs Dinas Pariwisata Kota Pontianak lebih dimanfaatkan untuk menggenjot datangnya wisatawan. Selain itu, untuk kegiatan promosi, alangkah baiknya juga jika pihak Pemkot turut membantu sosialisasi acara-acara yang diselenggarakan pihak lain, agar perayaannya semakin semarak.

Selamat ulang tahun kotaku tercinta.

Rabu, 09 September 2015

Ratu Elizabeth II, Ratu Terlama

Sri Baginda Ratu Elizabeth II
Sumber foto: Hello Magazine
Hari ini, Sri Baginda Ratu Elizabeth II, Ratu bagi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara, mencetak rekor bersejarah, yakni ratu/raja terlama sepanjang sejarah Britania Raya. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Ratu Victoria yang menduduki takhta Britania Raya selama 63 tahun dan 216 hari, pada tahun 1837–1901. Tepatnya, Ratu Elizabeth II yang naik takhta pada 6 Februari 1952 akan melampaui rekor moyangnya pada 9 September 2015, pukul 17.30 Waktu Musim Panas Britania atau pada pukul 23.30 WIB.

Koin khusus memperingati rekor takhta terlama.
Sumber gambar: The Royal Mint

Meskipun mencetak rekor baru, Kerajaan Britania Raya memutuskan untuk tidak mengadakan perayaan khusus untuk memperingatinya. Namun untuk menandai rekor ini, pemerintah menerbitkan koin khusus senilai £20 yang dicetak terbatas. Koin tersebut terbuat dari perak yang memuat gambar lima wajah Ratu dari muda hingga tua. Selain itu, Istana Buckingham merilis foto terbaru Ratu yang menampilkannya duduk di meja kerjanya.

Sri Baginda Ratu Elizabeth II sendiri juga tidak menggelar acara khusus untuk memperingatinya. Di hari bersejarah ini, Ratu Elizabeth II dijadwalkan mengadakan kunjungan ke Edinburgh, Skotlandia untuk meresmikan jalur kereta api. Dalam titahnya di acara peresmian tersebut, Ratu Elizabeth II tidak memberikan titah khusus untuk memperingati rekor barunya, namun ia sedikit menyinggung rekor yang ia raih, meskipun tidak secara eksplisit.

"Many including you, First Minister, have also kindly noted another significance attaching to today, although it is not one to which I have ever aspired. Inevitably, a long life can pass by many milestones; my own is no exception. But I thank you all, and the many others at home and overseas, for your touching messages of great kindness." (Queen Elizabeth II, 9 September 2015)

May Her Majesty continue to reign,
An happy and glorious reign.
God Save The Queen!
Long Live The Queen!

Selasa, 16 Juni 2015

Tahniah: Pernikahan Diraja Pontianak

Sebagai rakyat jelata di Kota Pontianak, saya secara pribadi ingin mengucapkan tahniah setinggi-tingginya ke atas pernikahan Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alkadrie dengan Syarifah Riana Nita yang berlangsung pada hari Minggu, 14 Juni 2015 kemarin.

Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alkadrie dan Syarifah Riana Nita
(sumber foto: Tribun Pontianak)

Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alkadrie merupakan putra bungsu dari Seri Paduka Yang Maha Mulia Duli Tuanku Sultan Syarif Abubakar Alkadrie, Sultan Pontianak dengan permaisurinya, Ratu Laila Perdana Agung. Syarif Febriansyah Alkadrie dilahirkan di Pontianak pada 5 Februari 1989, artinya kini berusia 26 tahun. Saat ini, ia bekerja sebagai karyawan funding officer di Bank Kalbar.

Istrinya, Syarifah Riana Nita memiliki perbedaan usia hanya terpisah satu hari. Putri kedua dari Syarif Usman Alkadrie dan Utin Risnarti itu lahir di Pontianak pada 6 Februari 1989. Ia kini bekerja sebagai karyawan account officer di Bank BRI.

Syarifah Riana Nita dan Syarif Febriansyah Alkadrie
(sumber foto: Suara Pemred)

Pernikahan diraja ini diselenggaran dengan penuh ritual dan istiadat Melayu yang dimulai dari hari Jumat, 12 Juni 2015, seperti ritual tetek gigiberias, buang-buang, dan membre' makan; hingga puncaknya, yakni acara ijab kabul dan resepsi pada hari Minggu, 14 Juni 2015.

Ijab kabul berlangsung di kediaman mempelai perempuan di Jl. Untung Suropati, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan. Sebelumnya, diadakan arak-arakan dari Istana Kadriah hingga kediaman mempelai perempuan. Sore harinya, diadakan resepsi pernikahan yang diselenggarakan di Rumah Melayu Kalimantan Barat, Jl. Sutan Syahrir, Kel. Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota.

Dalam titahnya, Duli Tuanku Sultan Syarif Abubakar Alkadrie mengungkapkan kebahagiaan dan kegembiraanya menikahkan putra bungsunya. Tuanku Sultan juga mengungkapkan bahwa istiadat pernikahan diraja ini merupakan contoh menjaga serta melestarikan budaya dan adat Kesultanan Pontianak. Duli Tuanku juga mengajak masyarakat mengangkat marwah Keraton Pontianak dan Istana Kadriah.

Dari kiri ke kanan: Sultan Syarif Abubakar Alkadrie, Mas Ratu Lalia Perdana Agung, Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah Alkadrie, Syarifah Riana Rita, Utin Risnarti, dan Syarif Usman Alkadrie
(Sumber foto: Rakyat Kalbar)

Selaku pribadi, saya agak menyayangkan karena pernikahan penuh istiadat ini kurang mendapat perhatian media. Jangankan media nasional, di media lokal pun masih minim perhatian. Padahal sebelumnya, saya sempat berharap, pernikahan diraja ini bisa menjadi pesta rakyat layaknya pernikahan putri Sultan Yogyakarta atau pernikahan putra Presiden Joko Widodo di Surakarta. Mungkin harapanku ini terlalu berlebihan.

Selain itu, saya pribadi juga agak sedih dikarenakan tidak sempat melihat arak-arakan pengantin sebelum ijab kabul. Selain dikarenakan kesibukan pekerjaan saya, juga karena minimnya informasi pada jam berapa arak-arakan dimulai. Ketika saya telah menyelesaikan pekerjaan dan tiba di Jl. Veteran, ternyata arak-arakan telah selesai dan acara ijab kabul sedang berlangsung.

Bagaimanapun, sebagai rakyat jelata Pontianak, saya tetap turut berbahagia atas pernikahan diraja ini. Semoga pernikahan ini terus dikaruniai kebahagiaan hingga anak cucu. Sekali lagi, tahniah setinggi-tingginya ke atas pernikahan Pangeran Mas Perdana Agung Muda Syarif Febriansyah bin Sultan Syarif Abubakar Alkadrie dengan Syarifah Riana Nita binti Syarif Usman Alkadrie.


Sumber:

Kamis, 23 April 2015

Daftar Kepala Negara Monarki Saat Ini

Monarki atau kerajaan adalah bentuk pemerintahan yang mendominasi muka bumi ini sejak awal peradaban manusia hingga abad ke-19. Seiring dengan perkembangan pemikiran umat manusia dan modernisasi, bentuk ini perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Kini, terdapat 30 orang yang mengepalai 43 negara monarki. Jumlah yang berbeda ini dikarenakan ada 16 negara yang dipimpin oleh satu orang yang sama. Selain itu, ada pula dua negara yang berbentuk diarki, yakni dipimpin oleh dua orang secara bersama-sama.

Sebelum memulai daftar 30 Raja di dunia ini, ada beberapa hal yang perlu diketahui.
  • Umum diketahui bahwa monarki dipimpin oleh raja atau ratu, namun tidak semua kepala negara monarki menggunakan gelar raja.
  • Karena adanya gelar yang tidak memiliki padanan kata dalam Bahasa Indonesia, dalam daftar berikut, nama dan gelar akan ditulis dalam Bahasa Inggris.
  • Istilah lokal akan digunakan apabila istilah tersebut merupakan gelar resmi di negara tersebut, apapun bahasa yang digunakan.
  • Daftar berikut akan diurutkan berdasarkan tanggal kepala negara tersebut naik takhta.
  • Kepala monarki yang tidak berdaulat penuh, yang merupakan bagian dari satu negara tidak dimasukkan di dalam daftar ini.
Berikut daftar kepala negara monarki yang saat ini bertakhta:


His Majesty
King Bhubimol Adulyadej
King of Thailand
Lahir pada 5 Desember 1927, Bhumibol Adulyadej merupakan raja kesembilan dari Dinasti Chakri. Ia naik takhta pada 9 Juni 1946, menggantikan abangnya yang wafat mendadak. Selama bertakhta, Raja Bhumibol sering mencanangkan proyek pembangunan infrastruktur yang secara tidak langsung meningkatkan ekonomi masyarakat. Meskipun Thailand menganut monarki konstitusional, tak jarang pula ia berinisiatif untuk mengintervensi pemerintah demi menjaga stabilitas dan keutuhan nasional. Hal ini menjadikannya raja yang sangat dihormati dan disanjung oleh rakyat Thailand. Memimpin lebih dari 68 tahun, ia tercatat sebagai raja terlama dalam sejarah Thailand.


Her Majesty
Queen Elizabeth II
Queen of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland
Queen of Canada
Queen of Australia
Queen of New Zealand
Queen of Jamaica
Queen of Barbados
Queen of the Commonwealth of The Bahamas
Queen of Grenada
Queen of Papua New Guinea
Queen of Solomon Islands
Queen of Tuvalu
Queen of Saint Lucia
Queen of Saint Vincent and the Grenadines
Queen of Belize
Queen of Antigua and Barbuda
Queen of Saint Christopher and Nevis
Ratu Elizabeth II lahir pada 21 Juni 1926 dengan nama asli Elizabeth Alexandra Mary. Ia naik takhta sepeninggal ayahandanya Raja George VI pada 6 Februari 1952. Karena alasan politik dan sejarah, ia kini adalah Ratu bagi 16 negara yang tergabung dalam Persemakmuran. Setiap posisi yang ia pegang dilaksanakan dan ditempatkan secara terpisah untuk menegaskan bahwa masing-masing negara yang dipimpinnya adalah negara merdeka dan berdaulat, bukan negara bawahan Britania Raya. Pada 6 Juli 2010, ketika berpidato di sidang PBB, untuk pertama kalinya, Ratu Elizabeth II bertindak sebagai Ratu bagi 16 negara secara bersama-sama. Ratu Elizabeth II dikenal karena kekonsistenannya menjalankan tugas dan kewajibannya, baik sebagai Ratu, maupun sebagai Kepala Persemakmuran. Di usianya yang kini menginjak 89 tahun, ia merupakan ratu tertua sepanjang sejarah Britania Raya. Jika ia masih bertakhta pada 9 September 2015, ia akan mencatat rekor sebagai ratu terlama sepanjang sejarah Britania Raya, mengalahkan rekor Ratu Victoria.


His Majesty
Sultan Qaboos bin Said Al-Said
Sultan of Oman
Sultan Qaboos naik takhta usai mengkudeta ayahnya, Sultan Said bin Taimur pada 23 Juli 1970. Sultan Qaboos lahir pada 18 November 1940. Ia mendapat pendidikan dasar dan menengah di India dan kemudian mengenyam pendidikan militer di Inggris. Sultan Qaboos memimpin Oman dengan absolut. Namun ia memajukan perekonomian dan memodernisasi Oman dengan mengutamakan pendidikan dan kesehatan. Ia berhasil mengubah wajah Oman dari negara tertinggal menjadi negara maju dalam kurun waktu 40 tahun. Di usianya yang menginjak 74 tahun, Sultan Qaboos tidak pernah mengangkat seorang putra mahkota. Hal ini menjadi kini perbincangan suksesi takhta Oman, selain karena kondisi kesehatannya yang mulai menurun, Sultan Qaboos juga tidak dikaruniai putra serta tidak memiliki adik laki-laki.


Her Majesty
Queen Margrethe II
Queen of Denmark
Pada 14 Januari 1972, sepeninggal ayahandanya Raja Frederick IX, Ratu Margrethe II menjadi perempuan pertama yang menduduki takhta Kerajaan Denmark sejak Ratu Margrethe I pada tahun 1375–1412. Ratu Margrethe II lahir pada 16 April 1940 dengan nama asli Margrethe Alexandrine Þórhildur Ingrid. Berbeda dengan Raja atau Ratu negara lain, Ratu Margrethe II sangat terbuka dengan kehidupannya sehari-hari. Ia tidak canggung merokok di depan umum atau tampil di publik dengan pakaian dan dandanan seadanya. Meskipun seorang perokok berat, ia mendukung kampanye anti-rokok dengan tidak pernah terlihat merokok lagi di depan umum sejak 2006. Ia hanya akan merokok di kediamannya secara privat. Ratu Margrethe II juga dikenal sebagai seorang pelukis dan perancang pakaian. Ia mengadakan pameran hasil lukisannya setiap tahun dan mengenakan pakaian hasil rancangannya sendiri.


His Majesty
King Carl XVI Gustaf
King of Sweden
Lahir pada 30 April 1946 dengan nama asli Carl Gustaf Folke Hubertus. Ayahnya, Pangeran Gustaf Adolf wafat dalam kecelakaan pesawat terbang ketika umurnya baru 9 bulan. Ia naik takhta 15 September 1973 menggantikan kakeknya, Raja Gustaf VI Adolf. Ia menikahi Silvia Sommerlath pada tahun 1976. Pada acara pernikahannya, grup musik ABBA menyanyikan lagu "Dancing Queen" untuk pertama kalinya sebagai persembahan bagi ratu baru Swedia. Pernikahan mereka dikaruniai dua orang putri dan seorang putra. Usai amandemen konstitusi pada tahun 1980, anak tertuanya, Putri Victoria akan menjadi perempuan pertama yang menduduki takhta Swedia sejak Ratu Ulrika Eleonora tahun 1718–1720.

His Majesty
Sultan Hassanal Bolkiah
Sultan and Yang di-Pertuan of Brunei Darussalam
Hassanal Bolkiah lahir pada 15 Juli 1946 dan naik takhta pada 4 Oktober 1967 setelah ayahandanya memutuskan untuk abdikasi. Pada saat ia naik takhta, Brunei merupakan wilayah protektorat Britania Raya. Pada tahun 1971, Sultan Hassanal Bolkiah memulai usahanya untuk memerdekakan Brunei. Setelah bertahun-tahun menempuh jalur diplomasi dengan Britania Raya, akhirnya pada 1 Januari 1984, Sultan Hassanal Bolkiah memproklamasikan kemerdekaan Negara Brunei Darussalam. Pada 23 Februari 1984, pemerintah Britania Raya secara resmi mengakui dan menyerahkan kedaulatan Brunei kepada Sultan Hassanal Bolkiah. Selain kepala negara, ia juga merangkap Perdana Menteri, Menteri Keuangan, Menteri Pertahanan, dan Panglima Angkatan Bersenjata Brunei, yang memungkinkan ia memimpin Brunei secara absolut. Secara pribadi, ia memiliki ketertarikan di bidang otomotif dan dikabarkan memiliki koleksi ribuan mobil mewah dan antik. Tiga wanita pernah ia nikahi, namun dua di antaranya telah diceraikan. Dari tiga pernikahannya, Sultan Hassanal Bolkiah dikaruniai lima putra dan tujuh putri. Dalam Bahasa Melayu, gelar dan nama lengkap Sultan Brunei sekarang adalah "Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah ibni Al-Marhum Sultan Haji Omar 'Ali Saefuddien, Sultan dan Yang di-Pertuan Negara Brunei Darussalam".


His Majesty
King Mswati III
iNgwenyama of Swaziland
Her Majesty
Queen Mother Ntombi
iNdlovukazi of Swaziland
Swaziland merupakan monarki yang unik karena sudah menjadi tradisi bahwa rajanya bertakhta secara bersama-sama dengan ibundanya. Raja yang bergelar iNgwenyama (berarti "singa") merupakan kepala negara administratif yang mengurus bidang pemerintahan, sedangkan Ibu Suri yang bergelar iNdlovukazi (berarti "gajah agung") merupakan kepala negara nasional yang mengurus bidang budaya dan tradisi, seperti memimpin upacara adat. Ntombi laTfwala lahir pada tahun 1950 dan merupakan salah satu dari puluhan istri dari Raja Sobhuza II. Dari pernikahannya, Ntombi hanya melahirkan 1 anak pada 19 April 1968 dan diberi nama Makhosetive Dlamini. Pada tahun 1982, Raja Sobhuza II wafat, mengakibatkan krisis suksesi di antara puluhan. Krisis tersebut berakhir pada tahun 1983 dengan ditetapkannya Makhosetive Dlamini sebagai putra mahkota dan Ntombi bertugas sebagai pemangku hingga Makhosetive dewasa. Setelah ulang tahun ke-18, Mahosetive resmi dinobatkan sebagai Raja Swaziland pada 25 April 1986 dengan nama Raja Mswati III. Pada saat bersamaan, Ntombi dinobatkan sebagai Ibu Suri. Berdasarkan tradisi, Raja Swaziland harus memiliki banyak istri. Raja Mswati III kini dikabarkan telah memiliki 15 istri dan 25 anak.


His Imperial Majesty
Emperor Akihito
Emperor of Japan
Kaisar Akhito lahir pada 23 Desember 1933 dan naik takhta pada 7 Januari 1989, usai kemangkatan ayahandanya, Kaisar Hirohito. Saat ini, ia merupakan satu-satunya kepala negara monarki yang menggunakan gelar "Kaisar". Meskipun begitu, bisa dibilang Kaisar Jepang adalah kepala negara monarki yang paling tidak berkuasa. Konstitusi Jepang menyebut Kaisar hanya sebagai "simbol pemersatu rakyat Jepang". Kaisar Jepang tidak diberi kuasa apapun, bahkan gelar "kepala negara" pun tidak disematkan kepadanya. Namun, secara de facto, Kaisar Jepang menjalankan tugas-tugas simbolik yang umum menjadi tugas kepala negara pada umumnya. Kaisar Akihito merupakan Kaisar Jepang pertama yang menikahi perempuan dari kalangan rakyat jelata (bukan keturunan bangsawan). Ia menikahi Shoda Michiko pada tahun 1959. Secara pribadi, Kaisar Akihito merupakan peniliti bidang iktiologi, cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari tentang perikanan dan telah menulis beberapa buku di bidang itu. Pada tahun 2005, spesies baru ikan gobi diberi nama ilmiah Exyrias akihito sebagai penghargaan kepada Kaisar Akhito. Akihito merupakan kaisar ke-125 dan bergelar Heisei yang berarti "damai di manapun". Sesuai tradisi Jepang, setelah ia mangkat, ia akan disebut dengan nama Kaisar Heisei.


His Serene Highness
Prince Hans-Adam II
Reigning Prince of Liechtenstein
Johannes Adam Ferdinand Alois Josef Maria Marco d’Aviano Pius adalah nama lengkapnya ketika dilahirkan pada 14 Februari 1945. Ia menduduki takhta Liechtenstein usai kemangkatan ayahandanya, Pangeran Franz Josef II pada 13 November 1989. Liechtenstein merupakan satu dari sedikit monarki di Eropa yang kepala negaranya bergelar Pangeran dan memiliki kuasa di bidang pemerintahan, tidak hanya sekedar kepala negara simbolik. Pada tahun 2003, Pangeran Hans-Adam II mencanangkan referendum amandemen konstitusi. Hasilnya, rakyat Liechtenstein setuju untuk memberi kuasa yang lebih luas kepada Pangeran. Di saat bersamaan, rakyat menolak usulan bahwa Pangeran boleh dilengserkan dan menolak Liechtenstein berubah menjadi republik. Sejak 15 Agustus 2004, dengan alasan untuk regenerasi kepemimpinan, Pangeran Hans-Adam II menyerahkan tugas kelapa negara kepada Pangeran Alois, putranya sekaligus pewaris takhta. Namun, secara de jure, posisi kepala negara masih tetap diduduki oleh Pangeran Hans-Adam II.


His Majesty
King Harald V
King of Norway
Lahir pada 21 Februari 1937 di Skaugum dan naik takhta usai kemangkatan ayahandanya, Raja Olav V pada 17 Januari 1991. Di masa mudanya, Harald menggemari olahraga air, terutama berlayar. Ia pernah menjadi atlet olimpiade di cabang olahraga tersebut pada tahun 1964, 1968, dan 1972. Pada tahun 1968, Harald menuai kontroversi di Norwegia karena keinginannya menikahi perempuan biasa yang bukan keturunan bangsawan bernama Sonja Haraldsen, sehingga sempat ditolak ayahandanya sendiri. Keinginannya yang keras memaksa ayahandanya menyetujui pernikahannya. Harald dan Sonja menikah pada Agustus 1968 dan dikaruniai dua orang anak.


His Majesty
King Letsie III
King of Lesotho
Raja Letsie III lahir dengan nama David Mohato Bereng Seeiso pada 17 Juli 1963. Ia naik takhta untuk pertama kali pada 12 November 1990 setelah krisis politik di  Lesotho yang memaksa ayahandanya, Raja Moshoeshoe II diasingkan ke luar negeri. Keinginannya untuk mengembalikan kedudukan ayahandanya selalu ditolak pemerintah pimpinan Partai Kongres Basotho (BCP). Pada tahun 1994, dengan dukungan militer, Raja Letsie III mengkudeta pemerintahan BCP dan membentuk pemerintahan baru, Dengan bantuan mediasi dari negara-negara tetangga di Afrika, akhirnya Raja Letsie III mencapai kesepakatan dengan BCP. Pada 25 Januari 1995, Letsie III resmi menyerahkan kembali takhta Lesotho ke Raja Moshoeshoe II, dan di saat bersamaan, mengakui kembali pemerintahan di bawah pimpinan BCP. Setahun kemudian, pada 15 Januari 1996, Raja Moshoeshoe II tewas dalam kecelakaan mobil. Akhirnya, pada 7 Februari 1996, Letsie III dinobatkan kembali sebagai Raja Lesotho.


His Majesty
King Abdullah II
King of Jordan
Abdullah II dilahirkan pada 30 Januari 1962. Di masa mudanya, ia mengenyam pendidikan militer di Inggris dan kemudian bergabung ke dalam angkatan tentara Yordania. Karier militernya yang cemerlang membawanya ke pangkat mayor jenderal pada usia 36 tahun. Abdullah II naik takhta usai kemangkatan ayahandanya, Raja Hussein pada 7 Februari 1999. Selaku Raja, Abdullah II mendorong masuknya investasi asing, perdagangan dengan luar negeri, dan pengembangan teknologi. Usaha ini berbuah peningkatan pertumbuhan ekonomi Yordania hingga dua kali lipat. Raja Abdullah II menikahi perempuan asal Palestina bernama Rania al-Yassin pada tahun 1993 dan merupakan Raja Yordania pertama yang tidak berpoligami. Ratu Rania dikenal di dunia internasional, selain karena kecantikannya, juga karena ia aktif mempromosikan pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta aktif di berbagai media sosial seperti Facebook, YouTube, dan Twitter.


His Majesty
King Hamad bin Isa Al-Khalifa
King of Bahrain
Hamad lahir pada 28 Januari 1950 dan naik takhta sebagai Emir Bahrain pada 6 Maret 1999 setelah kemangkatan ayahnya, Emir Isa bin Salman al-Khalifa. Usai naik takhta, ia mengadakan reformasi politik dengan membebaskan para tahanan politik, mengizinkan warga Bahrain yang hidup di pengasingan untuk kembali ke tanah air, serta mengadakan pemilu. Pada 14 Februari 2002, untuk menciptakan stabilitas nasional, Hamad mendeklarasikan perubahan status Bahrain menjadi Kerajaan, yang secara otomatis, menaikkan statusnya dari Emir menjadi Raja Bahrain. Di bidang ekonomi, Raja Hamad berhasil membawa Bahrain sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di jazirah Arab pada tahun 2006. Raja Hamad memiliki empat istri dan secara total dikaruniani tujuh putra dan lima putri.


His Majesty
King Mohammed VI
King of Morocco
Mohammed VI lahir pada 21 Agustus 1963 dan menjati Raja Maroko pada 23 Juli 1999 setelang kemangkatan ayahandanya, Raja Hassan II. Selain sebagai raja, Mohammed VI juga seorang pebisnis yang handal. Ia memiliki saham di berbagai perusahaan di berbagai bidang, seperti perbankan, investasi, telekomunikasi, pertanian, dan peternakan. Perusahaannya memproduksi merk-merk yang sangat dikenal oleh rakyat Maroko. Dari bisnisnya, ia diperkirakan memiliki kekayaan US$ 2,5 miliar pada tahun 2009, menurut majalah Forbes. Raja Mohammed VI memiliki istri bernama Lalla Salma dan memiliki 2 orang anak. Pada tahun 2011, menjawab gerakan demonstrasi, Raja Mohammed VI menyetujui konstitusi baru yang membatasi kekuasaan dirinya sebagai Raja, memberikan kekuasaan lebih luas kepada perdana menteri, serta menjamin kebebasan berdemokrasi.


His Royal Highness
Grand Duke Henri
Grand Duke of Luxembourg
Lahir pada 16 April 1955 dengan nama Henri Albert Gabriel Félix Marie Guillaume, ia menduduki takhta Luksemburg setelah ayahnya memutuskan untuk abdikasi pada 7 Oktober 2000. Henri fasih dalam empat bahasa, yakni Bahasa Luksemburg, Jerman, Prancis, dan Inggris. Henri menikahi gadis dari Kuba bernama María Teresa pada 1980 dan dikaruniai lima anak. Salah satu putranya, Pangeran Louis menjadi perbincangan publik pada tahun 2006 setelah kekasihnya melahirkan seorang putra tanpa menikah. Putra tersebut merupakan cucu pertama dari Henri. Kontroversi tersebut berakhir setelah Pangeran Louis bertanggung jawab dengan menikahi kekasihnya dan menyatakan keluar dari daftar pewaris takhta Luksemburg, termasuk anak dan keturunannya. Pada akhir tahun 2008, Henri menolak menandatangani rancangan undang-undang tentang eutanasia yang telah disahkan oleh parlemen, sehingga hukum tersebut tidak dapat diberlakukan. Penolakan ini memicu kontroversi yang berujung pada amandemen konstitusi yang memangkas kuasa kepala negara, sehingga dengan atau tanpa tanda tangannya, hukum yang telah disahkan parlemen tetap berlaku dan wajib diundangkan.


Monsignor
Joan-Enric Vives i Sicília
Co-Prince of Andorra
His Excellency
François Hollande
Co-Prince of Andorra
Karena alasan historis, Andorra dipimpin oleh dua orang pangeran secara bersama-sama yang dijabat secara ex-officio oleh Uskup Urgell dan Presiden Prancis. Sejak Konstitusi 1993 diberlakukan, Andorra secara resmi berbentuk monarki konstitusional yang kedua pangerannya hanya menjalankan fungsi simbolik.
Joan-Enric Vives i Sicília lahir di Barcelona 24 Juli 1949. Pada tahun 1965, ia memutuskan untuk mendalami agama dengan menjadi biarawan. Ia ditasbihkan menjadi pastor pada tahun 1974, kemudian menjadi uskup pada 1993. Pada tahun 2003, Joan Marti Alanis mengundurkan diri dari posisinya sebagai Uskup Urgell dikarenakan alasan usia dan kesehatan. Joan-Enric kemudian dipercaya untuk menggantikan Joan Marti oleh Paus Yohanes Paulus II pada 12 Mei 2003. Pada 10 Juli 2003, ia secara resmi mengucapkan sumpah sebagai Pangeran Andorra. Pada tahun 2010, ia dinaikkan pangkatnya menjadi Uskup Agung oleh Paus Benediktus XVI.
François Hollande lahir pada 12 Agustus 1954 dengan nama lengkap François Gérard Georges Nicolas Hollande. Ia memulai karier politik dengan bergabung ke Partai Sosialis pada tahun 1979 yang membawanya menjadi anggota parlemen pada 1988 dan Walikota Tulle pada 2001. Pada tahun 2012 ia memenangi Pemilihan Presiden Prancis dan dilantik pada 15 Mei 2012 menggantikan Nicolas Sarkozy. François Hollande tidak pernah menikah, namun ia memiliki 4 orang anak dari hubungannya dengan mantan kekasihnya, Ségolène Royal yang kini menjabat sebagai Menteri Ekologi, Pembangunan, dan Energi di Prancis.


His Majesty
King Norodom Sihamoni
King of Cambodia
Norodom Sihamoni, lahir pada 14 Mei 1953, merupakan putra dari Raja Norodom Sihanouk. Ibunya, Norodom Monineath merupakan wanita keturunan campuran Prancis dan Khmer. Karena ketidakstabilan politik di Kamboja, Norodom Sihamoni banyak menghabiskan masa mudanya di luar negeri, terutama di Cekoslowakia dan Prancis. Pada tahun 1981, ia menetap di Prancis selama hampir 20 tahun. Di situ, Sihamoni bekerja sebagai pengajar tarian ballet, menjadi pemimpin Asosiasi Tarian Khmer di Prancis, dan dipercaya sebagai duta Kamboja untuk UNESCO yang berkantor di Prancis. Pada 7 Oktober 2004, Raja Norodom Sihanouk mengumumkan abdikasinya. Dewan Kerajaan kemudian dibentuk dan akhirnya sepakat mengumumkan Norodom Sihamoni sebagai raja yang baru pada 14 Oktober 2004. Sihamoni kemudian dinobatkan secara resmi pada 29 Oktober 2004. Raja Norodom Sihamoni hingga kini tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak.


His Highness
Sheikh Khalifa bin Zayed Al-Nahyan
President of the United Arab Emirates
Ruler of Abu Dhabi
Uni Emirat Arab (UEA) merupakan satu-satunya monarki yang kepala negaranya bergelar Presiden. UEA merupakan federasi dari tujuh monarki yang masing-masing dipimpin oleh Emir. Presiden UEA secara de jure dipilih oleh dan dari antara tujuh Emir tersebut setiap lima tahun. Namun secara de facto, Presiden UEA diduduki oleh Emir Abu Dhabi. Presiden saat ini, Khalifa bin Zayed lahir pada 25 Januari 1948. Pada 2 November 2004, ayahandanya Zayed bin Sultan, Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden UAE pertama wafat. Keesokan harinya, pada 3 November 2004, Khalifa secara resmi dideklarasikan sebagai Emir Abu Dhabi sekaligus sebagai Presiden UEA yang kedua, menggantikan ayahandanya. Di awal kepemimpinannya, Khalifa menyetujui kenaikan gaji pegawai negeri hingga dua kali lipat. Ia juga menjalin hubungan yang erat antara UEA dengan negara-negara barat. Pada tahun 2010, gedung tertinggi di dunia di Dubai diberi nama Burj Khalifa sebagai penghargaan atas dirinya.


His Serene Highness
Prince Albert II
Sovereign Prince of Monaco
Albert II lahir pada 14 Maret 1958 dengan nama Albert Alexandre Louis Pierre Grimaldi. Albert II menduduki takhta Monako setelah kemangkatan ayahandanya, Pangeran Reiner III pada 6 April 2005. Pada usia hampir 50 tahun, status bujang Albert II sering menjadi perhatian publik. Albert II memiliki dua anak dari dua perempuan, namun karena dari hasil hubungan yang tidak sah, kedua anak itu tidak memiliki hak mewarisi takhta Monako. Selama memimpin Monako, Albert II banyak menitikberatkan masalah lingkungan hidup. Di dunia internasional, ia aktif berkampanye mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup. Pada tahun 2006, ia mendirikan yayasan bertaraf internasional yang mendanai proyek-proyek perbaikan dan pembaharuan kembali lingkungan yang telah rusak. Pada tahun 2011, Albert II menikahi Charlene Wittstock, mantan atlet asal Afrika Selatan. Pasangan ini dikaruniai sepasang anak kembar pada akhir tahun 2014.


His Highness
Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah
Amir of the State of Kuwait
Sheikh Sabah lahir pada 16 Juni 1929 sebagai putra keempat dari Sheikh Ahmad. Sebelum naik takhta, Sabah dipercaya menjabat Menteri Luar Negeri Kuwat dari tahun 1963 hingga 2003, menjadikannya pemegang rekor menteri luar negeri terlama di dunia. Pada tahun 2003, ia dipercaya menjabat sebagai Perdana Menteri Kuwait. Pada 24 Januari 2006, setelah baru bertakhta selama sembilan hari, Sheikh Saad Al-Abdullah Al-Salim mengumumkan abdikasinya karena kesehatannya yang memburuk. Di hari yang sama, parlemen Kuwait memilih sepupunya, Sheikh Sabah Al-Ahmed untuk menggantikannya. Sheikh Sabah resmi dinobatkan sebagai Emir Kuwait yang ke-5 pada 29 Januari 2006. Di masa pemerintahannya, Sheikh Sabah mengesahkan undang-undang kebebasan pers, menjadikan Kuwat sebagai negara dengan pers terbebas di kawasan Arab. Di sisi pribadi, Sheikh Sabah dikenal sangat suka memancing ikan. Ia lebih suka bersantai di kawasan yang tenang dan sederhana dibandingkan kawasan yang ramai dan penuh kemewahan.


His Majesty
Jigme Khesar Namgyel Wangchuck
Druk Gyalpo of Bhutan
Kepala negara Bhutan adalah seorang raja yang bergelar Druk Gyalpo yang secara harafiah berarti Raja Naga. Jigme Khesar lahir pada 21 Februari 1980 dan putra tertua dari Raja Jigme Singye Wangchuck. Pada 9 Desember 2006, dengan alasan regenerasi, Raja Jigme Singye secara resmi mengumumkan abdikasinya dan menyerahkan takhta Bhutan kepada Jigme Khesar. Namun, upacara penobatannya ditunda dan baru dilaksanakan pada 1 November 2008 agar berbarengan dengan peringatan 100 tahun berdirinya Kerajaan Bhutan. Raja Jigme Khesar menikahi perempuan bernama Jetsun Pema pada tahun 2011. Hingga kini, pernikahannya belum dikaruniai anak. Di masa kepemimpinannya, Raja Jigme Khesar menggerakkan demokratisasi di Bhutan. Pemilu pertama diadakan pada tahun 2008. Parlemen hasil pemilu kemudian mengesahkan konstitusi baru yang mengubah pemerintahan Bhutan dari monarki absolut menjadi monarki konstitusional.


His Majesty
Tuanku Abdul Halim Mu'adzam Shah
Yang di-Pertuan Agong of Malaysia
Sultan of Kedah Darul Aman
Malaysia merupakan federasi 13 negara bagian yang sembilan di antanya adalah monarki. Raja Malaysia yang bergelar Yang di-Pertuan Agong (YDPA) secara de jure dipilih oleh dan dari antara sembilan Sultan untuk masa lima tahun. Namun secara de facto dirotasikan di antara para Sultan. Tuanku Abdul Halim lahir pada 18 November 1927. Pada 15 Juli 1958, setelah kemangkatan ayahandanya, Sultan Badlishah, Abdul Halim dinobatkan sebagai Sultan Kedah yang ke-27. Pada 21 September 1970, Abdul Halim resmi menduduki takhta Malaysia sebagai YDPA kelima hingga 1975. Pada 13 Desember 2011, Abdul Halim kembali menduduki takhta sebagai YDPA ke-14, menjadikannya Sultan pertama yang dua kali menduduki takhta YDPA. Abdul Halim menikah dua kali, namun hanya dikaruniai seorang putri. Istri pertamanya, Tunku Bahiyah wafat pada tahun 2003. Dalam Bahasa Malaysia, YDPA sekarang memiliki gelar dan nama lengkap "Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong XIV Al-Mu'tasimu Billahi Muhibbuddin Tuanku Al-Haj Abdul Halim Mu'adzam Shah ibni Al-Marhum Sultan Badlishah".


His Majesty
King Tupou VI
King of Tonga
Raja Tupou VI lahir pada 12 Juli 1959 dengan nama asli 'Aho'eitu 'Unuaki'otonga Tuku'aho Tupou. Ia merupakan anak dari Raja Tupou IV dan adik dari Raja Tupou V. Pada 1982, ia memulai karier militer di angkatan laut Tonga. Tahun 1998, ia mengakhiri karier militernya untuk berabung ke dalam pemerintahan. Ia dipercaya sebagai Menteri Pertahanan merangkap Menteri Luar Negeri hingga 2004. Pada tahun 2000, ia dipercaya sebagai Perdana Menteri Tonga hingga pengunduran dirinya pada 2006. Selanjutnya, pada tahun 2008, ia dipercaya sebagai duta besar untuk Australia hingga ia naik takhta pada 18 Maret 2012, sepeninggal abangnya. Karena ekonomi Tonga yang masih terpuruk, sebagai tanda solidaritas, Raja Tupou VI menunda pelaksanaan upacara pemahkotaan yang menelan biaya besar hingga ekonomi membaik. Pemahkotaan Taja Tupou VI direncanakan akan dilaksanakan pada Juli tahun ini.


His Holiness
Pope Francis
Sovereign of the State of Vatican City
Vatikan merupakan negara terkecil di dunia, sekaligus monarki terabsolut di dunia. Dalam konstitusi Vatikan, Kepala negara Vatikan bergelar Sovrano dello Stato della Città del Vaticano (Raja Negara Kota Vatikan) dan memegang kekuasaan penuh atas legislatif, eksekutif, dan yudikatif di Vatikan. Secara umum, kepala negara Vatikan dikenal dengan gelar Paus karena posisinya yang juga adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma. Paus saat ini lahir di Argentina pada 17 Desember 1936 dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio. Setelah bertahun-tahun menjadi biarawan, ia ditasbihkan sebagai pastor pada tahun 1969, kemudian menjadi uskup pada 1992, dan diangkat sebagai kardinal pada 2001. Setelah Paus Benediktus XVI mengundurkan diri pada 28 Februari 2013, Bergoglio kemudian terpilih sebagai Paus yang baru pada 13 Maret 2013 dan menggunakan nama resmi Paus Fransiskus. Ia menjadi Paus pertama yang berasal dari Benua Amerika dan Paus pertama yang bukan dari Eropa sejak tahun 741. Fransiskus dikenal sebagai Paus yang sederhana dan mengedepankan kemanusiaan. Dalam busana kesehariannya, termasuk dalam upacara, ia lebih memilih mengenakan atribut yang sederhana, dibandingkan atribut formal.


His Majesty
King Willem-Alexander
King of the Netherlands
Willem-Alexander Claus George Ferdinand lahir pada 27 April 1967, putra dari Ratu Beatrix. Kelahirannya mencatat sejarah karena menjadi laki-laki pertama yang lahir di keluarga kerajaan Belanda sejak Pangeran Alexander pada 1851. Willem-Alexander menduduki takhta Belanda setelah abdikasi Ratu Beatrix pada 30 April 2013. Ia menjadi laki-laki pertama yang memimpin Belanda, setelah selama tiga generasi dipimpin oleh perempuan sejak kemangkatan Raja Willem III pada 1890. Setelah Raja Willem-Alexander, Belanda akan kembali dipimpin oleh wanita karena anak sulung Raja Willem-Alexander adalah seorang putri. Raja Willem-Alexander dikaruniai tiga orang putri dari hasil pernikahannya dengan wanita asal Argentina bernama Máxima Zorreguieta Cerruti. Sejak masih pangeran, Willem-Alexander memiliki keprihatinan kuat pada permasalahan di bidang olahraga dan manajemen sumber daya air. Ia banyak berkecimpung di dalam organisasi internasional yang berhubungan dengan kedua bidang tersebut.


His Highness
Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani
Emir of Qatar
Sheikh Tamim lahir pada 3 Juni 1980 sebagai putra keempat dari Sheikh Hamad bin Khalifa. Pada tahun 2003, ia diangkat sebagai putra mahkota Qatar menggantikan abangnya yang melepas haknya sebagai pewaris takhta. Sejak itu, ia dibimbing ayahandanya dengan tugas-tugas di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi. Pada 25 Juni 2014. Sheikh Tamim resmi menduduki takhta Qatar sebagai emir yang kedelapan setelah ayahandanya mengumumkan abdikasi secara mendadak. Sejak masih pangeran, Sheikh Tamim dikenal membawa Qatar di kancah internasional dalam bidang olahraga. Ia berhasil membawa Qatar terpilih sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional seperti Asian Games 2006, FINA Swimming World Championships 2014, dan FIFA World Cup 2022. Sheikh Tamim memiliki dua istri dan dikaruniai enam orang anak.


His Majesty
King Philippe
King of the Belgians
Raja Filip lahir pada 15 April 1960 dengan nama asli Philippe Léopold Louis Marie dalam Bahasa Prancis atau Filip Leopold Lodewijk Maria dalam Bahasa Belanda. Mengikuti tradisi keluarga kerajaan Belgia, ia mengikuti pendidikan militer pada tahun 1978. Karier militernya membawanya ke pangkat mayor jenderal pada tahun 2001. Selaku putra mahkota, Filip aktif mempromosikan hubungan dagang Belgia dengan negara asing. Lebih dari 40 negara telah ia kunjungi dalam rangka mempererat hubungan dagang. Filip naik takhta setelah abdikasi ayahandanya, Raja Albert II pada 21 Juli 2013. Anak sulungnya, Putri Elisabeth, jikalau naik takhta, akan menjadi perempuan pertama yang akan menduduki takhta Belgia sejak berdirinya Kerajaan tahun 1831.


His Majesty
King Felipe VI
King of Spain
Felipe VI lahir pada 30 Januari 1968 dengan nama lengkap Felipe Juan Pablo Alfonso de Todos los Santos de Borbón y Grecia. Sebagai putra mahkota, ia banyak melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Spanyol untuk merekatkan hubungan kerajaan dengan rakyatnya. Di bidang olahraga, Felipe dikabarkan sebagai pecinta sepak bola dan merupakan pendukung grup Atlético Madrid sejak 1976. Felipe menikah pada tahun 2004 dengan seorang jurnalis bernama Letizia Ortiz Rocasolano dan dikaruniai dua orang putri. Felipe VI naik takhta pada 19 Juni 2014 usai abdikasi ayahandanya, Raja Juan Carlos I. Pada Juli 2014, Raja Felipe VI mengubah protokol kenegaraan yang membolehkan seseorang disumpah tanpa kehadiran kitab suci Alkitab, yang secara otomatis membolehkan warga non-Kristen untuk mengisi jabatan dalam Kerajaan. Pada Februari 2015, ia mengumumkan akan memotong gajinya sendiri sebesar 25% untuk membantu pertumbuhan ekonomi Spanyol.


Custodian of the Two Holy Mosques
King Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud
King of Saudi Arabia
Raja Salman lahir pada 31 Desember 1935. Ia merupakan putra dari Raja Abdul-Aziz, Raja Arab Saudi pertama, dan adik dari Raja Abdullah. Karier politik Salman dimulai tahun 1954 ketika diangkat sebagai Deputi Gubernur Riyadh. Pada 1963, ia diangkat sebagai Gubernur Riyadh, posisi yang didudukinya hingga 2011. Pada tahun 2012, ia diangkat sebagai Putra Mahkota menggantikan Pangeran Nayef yang meninggal dunia. Raja Salman kemudian naik takhta sebagai Raja Arab Saudi ketujuh usai kemangkatan abangnya, Raja Abdullah pada 23 Januari 2015. Tak lama setelah naik takhta, Raja Salman mereformasi pemerintahan dengan mengganti berbagai pejabat negara. Ia juga menyederhanakan birokrasi dengan mengurangi jumlah badan kenegaraan. Pada Maret 2015, dua bulan setelah Presiden Yaman dikudeta, Raja Salman menyatakan perang dengan Yaman untuk menumbangkan pemerintahan hasil kudeta dan mengembalikan Yaman ke pemerintahan sebelumnya.