Tampilkan postingan dengan label ucapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ucapan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Agustus 2017

Selamat HUT RI ke-72


Indonesia Kerja Bersama.
Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72.

Rabu, 06 Juli 2016

Selamat Idul Fitri 1437H/2016M

"Minal 'Aidin wal-Faizin, Maafkan Lahir dan Batin.
Selamat Para Pemimpin, Rakyatnya Makmur Terjamin."

Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri dari Pemprov Kalimantan Barat,
Jl. Jend. A. Yani, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (3 Juli 2016)
Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri dari Pemkot Pontianak,
Jl. Gajah Mada, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (5 Juli 2016)
Spanduk Ucapan Selamat Idul Fitri dari Istana Kadriah,
Jl. Kom. Yos Sudarso, Kel. Sungai Jawi Luar, Kec. Pontianak Barat (29 Juni 2016)
Baliho Ucapan Selamat Idul Fitri dari Kerajaan Kubu Alaydrus,
Jl. Adi Sucipto, Desa Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya (13 Juli 2016)

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1437 Hijriah bersamaan 6 Juli 2016 Masehi

Jumat, 20 Mei 2016

Hari Kebangkitan Nasional ke-108


Hari ini, 20 Mei 2016, segenap bangsa Indonesia menyambut/memperingati Hari Kebangkitan Nasional, yaitu hari untuk memperingati dimulainya masa kebangkitan semangat dan rasa nasionalisme Indonesia, yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Boedi Oetomo sendiri adalah organisasi kepemudaan yang didirikan oleh dr. Soetomo atas gagasan dari dr. Wahidin Soedirohoesodo, yang bergerak di bidang kebudayaan dan sosial. Namun pada akhirnya, organisasi ini menginspirasi para pemuda untuk membentuk gerakan menuju Indonesia merdeka, sehingga berdirinya Boedi Oetomo dianggap sebagai tonggak awal gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hari Kebangkitan Nasional yang sering disingkat sebagai Harkitnas merupakan satu dari enam hari besar nasional yang mewajibkan pengibaran Sang Merah Putih di setiap rumah warga. Namun sayangnya, banyak warga yang mengabaikan hal ini. Bisa jadi karena ketidaktahuan akibat kurangnya sosialiasi, atau karena ketidakpedulian.

Hari Kebangkitan Nasional ke-108 pada 20 Mei 2016 mengambil tema:
"Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri, dan Berkarakter."
Tema ini diambil untuk menunjukkan bahwa tantangan apapun yang dihadapi Indonesia saat ini, harus dijawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter.


Saya sendiri, di Harkitnas ini, mencoba memperingatinya dengan memotret beberapa jalan di Kota Pontianak yang memiliki sedikit hubungan dengan Harkitnas. Berikut ini beberapa foto yang kujpret:

Jl. Kebangkitan Nasional, Kel. Batu Layang, Kec. Pontianak Utara (20 Mei 2016)
Jl. Budi Utomo, Kel. Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara (20 Mei 2016)
Jl. Dr. Sutomo, Kel. Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota (20 Mei 2016)
Jl. Dr. Wahidin. S, Kel. Pal Lima, Kec. Pontianak Barat (20 Mei 2015)

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-108
AYO KERJA

Selasa, 09 Februari 2016

Selamat Tahun Baru Imlek 2567

Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, beserta Istri.
Jl. Jend. A. Yani, Kel. Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara (9 Februari 2016)
Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak, beserta Istri
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (9 Februari 2016)

"Seorang Insan Beriman dan Luhur Budi Tidak Pernah Tidak Berusaha Sungguh-Sungguh"

Selamat Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili
bersamaan 8 Februari 2015 Masehi


Kamis, 28 Januari 2016

HUT Kalimantan Barat ke-59

Sebagai warga Kalimantan Barat, izinkan saya untuk mengucapkan
Semangat Ulang Tahun yang ke-59 untuk Provinsi Kalimantan Barat

Ucapan HUT Kalbar ke-59 dari Gubernur Cornelis dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya.
Jl. Jend. A. Yani, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (28 Januari 2016)
Ucapan HUT Kalbar ke-59 dari Walikota Sutarmidji dan Wakil Walikota Edi Rusdi Kamtono.
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (28 Januari 2016)

"Mari Bersatu Membangun Kalimantan Barat" kita tercinta, bersama-sama di bawah kepemimpinan Gubernur Drs. Cornelis, M.H. dan Wakil Gubernur Drs. Christiandy Sanjaya, S.E., M.M. untuk "Mewujudkan Masyarakat Kalimantan Barat yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya, dan Sejahtera".

Sabtu, 26 Desember 2015

Selamat Hari Natal 2015

Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru dari Gubernur Cornelis dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya, beserta Istri.
Jl. Zainuddin, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (23 Desember 2015)
Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru dari Walikota Sutarmidji dan Wakil Walikota Edi Rusdi Kamtono, beserta Istri.
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (23 Desember 2015)

"There's an old saying, that 'it is better to light a candle than curse the darkness'. There are millions of people lighting candles of hope in our world today. Christmas is a good time to be thankful for them, and for all that brings light to our lives. I wish you a very happy Christmas." (Queen Elizabeth II, Supreme Governor of the Church of England, Defender of the Faith)
"It is Christmas of the Holy Year of Mercy, and so I pray that all can welcome into their lives the mercy of God which Jesus Christ has bestowed on us, so that we in turn can show mercy to our brothers and sisters.  In this way, we will make peace grow!  Happy Christmas!" (Pope Francis, Bishop of Rome, Supreme Pontiff of the Universal Church)
"Dalam merayakan Hari Natal ini, kita diajak untuk bersama-sama memelihara dan merawat bumi ciptaan Allah ini agar layak menjadi rumah bersama yang nyaman bagi semua. Selamat Hari Natal." (Prof. Dr. Henriette T. Hutabarat Lebang, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia)

Jumat, 23 Oktober 2015

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak Ke-244

Selamat Hari Jadi Kota Pontianak Ke-244

"Dengan Semangat Hari Jadi Kota Pontianak,
Kita Jadikan Pontianak Smart City Siap Menyapa Dunia"

Spanduk Ucapan dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak beserta Istri
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (23 Oktober 2015)
Jamuan/Open House di Kantor Walikota Pontianak Memperingati HUT Pontianak ke-244
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (23 Oktober 2015)
Hadir pula Duli Tuanku Sultan Syarif Abubakar Alkadrie di Kantor Walikota Pontianak. (23 Oktober 2015)
Tampak Duli Tuanku Sultan yang mesra dengan rakyat dan tidak sungkan diajak berfoto bersama. (23 Oktober 2015)

Kamis, 24 September 2015

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H

Selamat Menyambut Hari Raya Idul Adha
10 Zulhijah 1436 H bersamaan 24 September 2015

Minal 'Aidin wal-Faizin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Taqabbalallahu Minna wa Minkum wa Ahalahullahu 'Alaik

Baliho Ucapan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat beserta Istri
Jl. Jend. A. Yani, Kel. Bansir Darat, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak (24 September 2015)
Baliho Ucapan dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak
Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak (24 September 2015)

Senin, 17 Agustus 2015

Selamat Hari Merdeka 2015


Baliho ucapan Dirgahayu Republik Indonesia dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat
Lokasi: Jl. Jend. A. Yani, Kel. Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara (16 Agustus 2015)
Baliho ucapan Dirgahayu Republik Indonesia dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak
Lokasi: Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota (14 Agustus 2015)

Melihat dua foto di atas, maka tampak kesalahan penulisan yang umum terjadi di Indonesia, yaitu "Dirgahayu Republik Indonesia ke-70". Jika kita melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata dirgahayu berarti berumur panjang, bukan berarti selamat ulang tahun atau hari jadi.

Penggunaan kata dirgahayu sejatinya bermaksud mengharapkan umur yang panjang, sepanjang mungkin. Oleh karena itu, dalam penggunaan kata dirgahayu, tidak sepatutnya ditambah keterangan angka yang ke berapa. Penambahan keterangan tersebut justru akan membuat ucapan tersebut bermakna lain. Seperti contoh di atas, Dirgahayu ke-70 justru malah bisa berarti panjang umur RI hanya sampai 70 tahun. 

Sebagai pihak pemerintah yang seharusnya menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat, ada baiknya sebelum memajang ucapan untuk publik, diperiksa dulu tata bahasanya agar tidak justru memberikan arti yang rancu.


Selamat Menyambut Hari Ulang Tahun
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-70.


Untuk 70 Tahun Indonesia Merdeka,
Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional "Ayo Kerja"

Bersama:
Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden Drs. M. Jusuf Kalla;
Gubernur Drs. Cornelis, M.H. dan Wakil Gubernur Drs. Christiandy Sanjaya, S.E., M.M.; serta
Walikota H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. dan Wakil Walikota Ir. H. Edi Rusdi Kamto, M.M., M.T..

DIRGAHAYU INDONESIAKU

Kamis, 16 Juli 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Di hari yang berbahagia ini, izinkan saya untuk mengucapan

Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1436 H bersamaan 17 Juli 2015 M

Minal 'Aidin wal-Faizin
Maafkan Lahir dan Batin
Selamat Para Pemimpin
Rakyatnya Makmur Terjamin

Taqabbalallahu Minna wa Minkum wa Ahalahullahu 'Alaik

Baliho ucapan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat beserta istri
Jl. Jend. A. Yani, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak (16 Juli 2015)
Baliho ucapan dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak beserta istri
Jl. Gajah Mada, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak (16 Juli 2015)


Jumat, 26 Desember 2014

Selamat Hari Natal 2014

Baliho Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru dari Walikota dan Wakil Walikota Pontianak
Lokasi: Jl. Gajah Mada, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan
Tanggal foto: 23 Desember 2014

Hari Natal merupakan hari raya umat Kristen sedunia yang merayakan kelahiran Yesus Kristus yang oleh umat Kristen dipercaya sebagai Anak Allah, Mesias, dan Juru Selamat umat manusia. Mayoritas umat Kristen sedunia merayakan Natal pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya. Namun bagi sebagian Kristen Ortodoks, hari Natal dirayakan di tanggal yang berbeda karena menggunakan sistem kalender lama, yaitu pada 6, 7 atau 19 Januari, tergantung Gerejanya.

Selain di Indonesia, Hari Natal juga menjadi hari libur resmi di hampir semua negara di dunia. Natal merupakan hari libur resmi di seluruh negara di Benua Amerika, Eropa, Australia, dan Oseania. Hanya 33 negara yang tidak menetapkan Natal sebagai hari libur resmi, antara lain enam negara di Afrika dan 27 negara di Asia. Sebagai catatan tambahan, tanggal 25 Desember adalah hari libur resmi di Taiwan dan Pakistan, namun bukan sebagai hari Natal. 25 Desember adalah Hari Konstitusi di Taiwan, sedangkan di Pakistan, diperingati sebagai Hari Kelahiran Muhammad Ali Jinnah, bapak pendiri Negara Pakistan.


Di Indonesia, Hari Natal untuk pertama kali ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1953 melalui Keppres No. 24 Tahun 1953. Sejak saat itu, meskipun terjadi perubahan hari-hari libur nasional, kedudukan Hari Natal sebagai hari libur tidak pernah berubah.

Berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010, terdapat 23.436.386 penduduk beragama Kristen, atau setara 9,86% penduduk Indonesia. Dari 9,9% tersebut, 6,95% menganut Kristen Protestan dan 2,91% menganut Kristen Katolik. Terdapat empat provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, antara lain Nusa Tenggara Timur (88,9%), Papua (83,1%), Sulawesi Utara (68%), dan Papua Barat (60,8%). Provinsi lain yang memiliki penduduk Kristen yang cukup signifikan antara lain Maluku (48,2%), Kalimantan Barat (34,3%), Sumatera Utara (31%), Kalimantan Utara (26,4%), dan Maluku Utara (25,4%).

Logo PGI dan KWI

Di Indonesia, Hari Natal 2014 diperingati secara resmi dengan tema "Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga". Tema ini merupakan kesepakatan bersama antara Konferensi Wali Gereja Indonesai (KWI) dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). Tema ini diambil dengan maksud mengajak seluruh umat Kristiani untuk menyadari kehadiran Allah di dalam keluarga dan bagaimana keluarga berperan penting dalam sejarah keselamatan.


Untuk mengakhiri artikel ini, berikut adalah beberapa petikan Pesan Natal dari beberapa tokoh:

"Marilah kita menghadirkan Allah dan menjadikan keluarga kita sebagai tempat layak untuk kelahiran Sang Juru Selamat. Di situlah keluarga kita menjadi rahmat dan berkat bagi setiap orang; kabar sukacita bagi dunia." (Pesan Natal Bersama PGI dan KWI, November 2014)

"Dengan peristiwa kelahiran Yesus, kita melihat betapa Allah terlibat di dalam kehidupan manusia dengan kecemasan dan keprihatinan-Nya, dengan kegembiraan dan harapan-Nya. Semoga dengan merayakan Natal, umat Kristiani terdorong untuk ikut melibatkan diri di dalam kehidupan masyarakat, dalam peran apapun yang bisa diambil menuju Indonesia yang lebih baik." (Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia, 23 Desember 2014)

"Keluarga adalah komponen yang sangat pokok dan substansial dalam kehidupan bermasyarakat. Ajaran Tuhan sangat sederhana dalam umat Kristiani, yakni kasih, pengampunan, dan ada kedamaian. Kalau tiap keluarga ada kedamaian dan cinta kasih, maka akan dirasakan juga para tetangga, masyarakat, dan semua orang." (Mgr. Dr. Agustinus Agus, Pr., Uskup Agung Pontianak, 24 Desember 2014)

"Bagiku, kehidupan Yesus Kristus, Pangeran Kedamaian, yang kelahirannya kita rayakan hari ini, merupakan inspirasi dan sandaran hidup saya. Sebagai panutan atas rekonsiliasi dan pengampunan, Ia mengulurkan tangannya dengan kedamaian, dukungan, dan penyembuhan. Contoh dari Kristus telah mengajari saya untuk menghormati dan menghargai seluruh manusia, apapun kepercayaannya." (Ratu Elizabeth II, Gubernur Tertinggi Gereja Inggris, 25 Desember 2014)

"Saudara dan saudari yang kukasihi, semoga Roh Kudus, pada hari ini, mencerahkan hati kita agar kita dapat mengenali, melalui kelahiran bayi Yesus di Betlehem oleh Perawan Maria, keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada kita semua, kepada setiap pria dan wanita, dan kepada seluruh manusia di bumi. Semoga kekuatan Kristus yang membawa kebebasan dan pelayanan dapat dirasakan oleh hati mereka yang sedang menderita akibat peperangan, penganiayaan, dan perbudakan. Semoga kuasa Ilahi, dengan kelembutannya, membuang kekerasan hati banyak pria dan wanita yang tenggelam dalam pengaruh keduniawian dan ketidakpedulian, globalisasi ketidakpedulian. Semoga kekuatan penebusan-Nya mengubah senjata menjadi bajak, kehancuran menjadi kreativitas, kebencian menjadi kasih dan kelembutan." (Paus Fransiskus, Uskup Roma, Pemimpin Tertinggi Gereja Universal, 25 Desember 2014)