Jumat, 06 November 2015

Penobatan Putra Mahkota Kesultanan Pontianak

Pada 24 Oktober 2015, Kesultanan Pontianak menggelar acara Penobatan Putra Mahkota, Penabalan Para Pangeran, serta Penganugerahan Gelar-Gelar Kebangsawanan. Menurut sumber yang kubaca, acara ini bukanlah agenda tahunan, merupakan prosesi sekali seumur hidup untuk setiap Sultan yang bertakhta. Dengan demikian penyelenggaraan acara ini merupakan salah satu tonggak bersejarah bagi Pontianak, yang menurutku merupakan kado paling istimewa bagi HUT Kota Pontianak ke-244.

Keluarga Kesultanan Potianak, istilah kerennya Pontianak Royal Family. Dari kanan ke kiri:
- Mas Ratu Laila (Permaisuri Kesultanan Pontianak),
- Nina Widi Astuti (istri dari Putra Mahkota Kesultanan Pontianak),
- Pangeran Syarif Melvin Alkadrie (Putra Mahkota Kesultanan Pontianak)
- Sultan Syarif Abubakar Alkadrie (Sultan Pontianak), dan
- Pangeran Syarif Febriansyah Alkadrie (putra bungsu Sultan Pontianak).
(Sumber foto: equator.co.id)
Sultan Syarif Abubakar Alkadrie memperkenalkan Putra Mahkota Syarif Melvin Alkadrie
(Sumber foto: Flickr)

Dengan digelarnya acara tersebut, maka Kesultanan Kadriah akhirnya secara resmi memiliki seorang Putra Mahkota, sehingga suksesi takhta Kesultanan tidak lagi diperdebatkan. Acara ini juga menunjukkan eksistensi Kesultanan Pontianak sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah Pontianak serta simbol kebudayaan Pontianak.

Atensi yang tinggi dari masyarakat sekitar Istana serta dari berbagai pejabat pemerintahan daerah dan tokoh masyarakat menunjukkan pengakuan dan dukungan yang cukup luas terhadap Sultan Syarif Abubakar Alkadrie sebagai Sultan Pontianak. Hal ini sangatlah penting mengingat kurang dari setahun yang lalu, sempat terjadi sengketa takhta Kesultanan (lihat Klaim Ganda Takhta Sultan Pontianak dan Klaim Ganda Takhta Sultan Pontianak (2)). Hingga kini, tidak pernah terdengar lagi olehku bagaimana akhir atau penyelesaian sengketa tersebut. Saya juga pernah lagi mendengar berita ataupun informasi mengenai Sultan Toto Thaha Alkadrie.

Meskipun acara penobatan/penabalan/penganugerahan ini menurutku sangat penting, namun ternyata tidak bagi masyarakat lainnya. Tercermin dari kurangnya pemberitaan yang detail dari berbagai media terkemuka di Pontianak seperti Tribun Pontianak, Pontianak Post, Harian Rakyat Kalbar, dan Suara Pemred. Namun di sisi lain, saya juga mengapresiasi media-media tersebut karena meliput acara tersebut daan meletakkannya dalam pemberitaan yang utama. Karena biasanya, pemberitaan seputar Kesultanan sangat minim perhatian dari media cetak.

Dari pemberitaan, disebutkan sebanyak 40 orang ditabalkan sebagai pangeran, 5 orang dianugerahi gelar Tengku, dan 3 orang dianugerahi gelar Dato'. Hingga kini saya tidak dapat menemukan daftar lengkap siapa saja yang mendapat gelar tersbut. Berikut ini daftar beberapa di antaranya yang kudapat dari berbagai sumber:
  • Syarif Melvin Alkadrie (putra sulung Sultan Abubakar) dinobatkan sebagai Putra Mahkota dengan gelar Pangeran Ratu Agung Seri Mahkota Maharaja;
  • Syarif Febriansyah Alkadrie (Putra bungsu Sultan Abubakar) bergelar Pangeran Mas Perdana;
  • Syarif Hasan Saleh Alkadrie bergelar Pangeran Laksamana Sepuh;
  • Syarif Abdullah bin Yahya bergelar Pangeran Pamong Perbu Nusantara;
  • Syarif Edi Yus Abdullah Alkadrie bergelar Pangeran Adipati Seri Negara;
  • Syarif Ismail Alkadrie bergelar Pangeran Mangku Seri Negara;
  • Syarif Mahmud Alwi Alkadrie bergelar Pangeran Sri Negara;
  • Dr. Syarif Hasyim Azizurahman Alkadrie bergelar Pangeran Sri Negara;
  • Syarif Machmud Alkadrie (Ketua KONI Kalbar) bergelar Pangeran Seri Negara;
  • Max Yusuf Alkadrie (mantan asisten pribadi Sultan Hamid II) bergelar Pangeran Jaya;
  • Prof. Dr. H. Thamrin Usman (Rektor Universitas Tanjungpura) bergelar Dato' Seri Cendekia Kadriah;
  • Ir. H. Edi Rusdi Kamtono (Wakil Walikota Pontianak) bergelar Dato' Kusuma Praja;
  • Sudirman HMY (Direktur Utama Bank Kalbar) bergelar Dato' Seri Indra;
  • Nordim Malim (warga Malaysia) bergelar Dato';
  • Mochamad Akip (Sekretaris Daerah Kota Pontianak) bergelar Tengku Setia Negara;
  • Ibnu Sutomo (Ketua Forum Masyarakat Anti Pembodohan) bergelar Tengku Dewangga;
  • Turiman Fachturrahman Nur bergelar Tengku Mulia Dilaga;
  • Anshari Dimyati bergelar Tengku Wira Karya;
  • Miswari Kaswandi bergelar Tengku Bahana.


Pengalaman Pribadi

Spanduk di Jl. KHW. Hasyim, Kel. Mariana, Kec. Pontianak Kota (10 Oktober 2015)
Spanduk di Jl. Letjend. Sutoyo, Kec. Parit Tokaya, Kec. Pontianak Selatan (25 Oktober 2015)

Saya mengetahui tentang acara penabalan ini dari spanduk yang tersebar di beberapa sudut jalan di Kota Pontianak. Berbekal spanduk itu, saya bersama teman nekat menuju kawasan Istana Kadriah pada hari tersebut. Namun sayangnya, teman saya agak tersinggung dengan perlakuan seseorang yang tidak dikenal ketika kami sedang berjalan menuju kawasan Istana. Akibatnya, saya hanya sempat melihat acara tersebut selama beberapa menit karena teman saya memutuskan untuk balik saja daripada harus memendam rasa kesal dan marah pada orang tersebut. Akhirnya kami memilih balik dan menonton Festival Drum Band & Fashion Road di Jl. Gajah Mada.

Baliho di Jl. Tanjungpura, Kel. Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Selatan (5 November 2015)

Pada akhirnya, saya selaku rakyat jelata di Pontianak mengucapkan tahniah yang setinggi-tingginya ke atas penobatan Duli Yang Teramat Mulia Pangeran Ratu Agung Seri Mahkota Maharaja Syarif Melvin bin Sultan Syarif Abubakar Alkadrie, serta penabalan para Pangeran, Dato', dan Tengku. Karena tidak dapat menyaksikan acara tersebut secara langsung, saya berharap ada orang yang berbaik hati mendokumentasikan video acara tersebut dan disebar bagi khalayak ramai, bisa di YouTube ataupun melalui media VCD, DVD, ataupun televisi.

Akhir kata, mohon maaf dan mohon koreksinya jika dalam tulisan ini terdapat kesalahan penulisan nama, gelar, ataupun informasi; ataupun jika terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

DAULAT TUANKU!


Sumber informasi:

  • Tribun Pontianak
  • Pontianak Post
  • Harian Rakyat Kalbar/Equator
  • Suara Pemred
  • Borneo Nusantara Time

Tidak ada komentar:

Posting Komentar